Depan - Pendidikan - Artikel - IT Menggerus Nilai Karakter
Leni Puspita Sari
Leni Puspita Sari

IT Menggerus Nilai Karakter

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Leni Puspita Sari (SDN.18 Tanjung Paku Solok)

Peraturan tentang penggunaan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) diatur dalam Undang-undang No 11 Tahun 2008. Undang-undang ini memiliki Yurisdiksi yang berlaku bagi setiap orang yang melakukan pelanggaran hukum dalam menggunakan IT (Informasi Teknologi) tentu akan dikenakan sangsi.

Pesatnya perkembangan IT saat ini membawa dampak yang besar terhadap setiap sendi-sendi kehidupan, termasuk juga dalam hal mempengaruhi nilai karakter siswa. Informasi Teknologi bisa membantu pekerjaan kita jika dipergunakan secara positif. Bagi siswa misalnya, jika ada tugas yang diberikan guru dengan sangat mudah bisa dicari melalui IT.

Sebaliknya, apabila dunia IT dipergunakan secara negatif, tentu akan dapat merusak nilai-nilai karakter pada diri siswa. Apa yang belum patut dilihat dan ditonton siswa akan dilihatnya. Hal ini akan berdampak terhadap timbulnya kenakalan, pergaulan bebas, pornoaksi, pornografi, perbuatan asusila, penggunaan narkotika dan obat-obat terlarang, perkelahian, pembullyan dan lain sebagainya.

Perkembangan IT berbanding terbalik dengan penerapan nilai-nilai sosial dan moral di tengah-tengah masyarakat. IT bisa membuat nilai seseorang hancur. Perkembangan IT dilingkungan kita sangat pesat sekali. Anak yang masih ingusan saja saat ini sudah banyak mengenal yang namanya Handphone (HP).

Handphone merupakan salah satu alat IT yang sangat familiyar di masyarakat. Mulai dari anak-anak sampai orang tua banyak yang mempergunakannya. Inipulalah yang disebut dengan zaman now, dimana disetiap sisi kehidupan manusia banyak mempergunakan IT.

Tenaga manusia sudah mulai tergantikan oleh mesin-mesin.
Saat ini, siswa lebih senang mempergunakan HP dari pada memegang buku pelajaran. Akibatnya IT dapat merusak nilai karakter. Anak yang biasa sopan ke orang tua sudah mulai tidak sopan lagi. Dalam implementasinya, siswa masih kita temukan tidak mau berpamitan sebelum berangkat ke sekolah.

Perhatian orang tua kepada anakpun saat ini menjadi berkurang gara-gara sibuk main HP. Anak dan orang tua bersama-sama memainkan HP, sehingga waktunya habis untuk main game online, facebook, WA, dan sebagainya.
Di zaman now, siswa umumnya sudah memiliki HP android dengan fitur-fitur yang canggih. Dengan mudahnya ilmu pengetahuan diperoleh melalui internet. Rasa hormat kepada orang tua dan gurupun sudah mulai luntur.

Untuk itu, Siswa harus diberi bekal dalam menyaring setiap informasi yang masuk melalui IT. Guru sebagai pendidik sangat memiliki peran yang besar dalam membentuk karakter siswa. Boleh mempergunakan IT namun jangan sampai lupa diri, apalagi sampai merusak nilai-nilai karakter sebagai seorang manusia.

Selaku orang yang berkecimpungan didunia pendidikan, mari kita lebih waspada dan lebih hati-hati lagi terhadap dampak perkembangan IT. Mari kita ajak siswa mempergunakan IT secara positif untuk memudahkan pekerjaan khususnya untuk mencari berbagai macam ilmu pengetahuan.

Dengan IT kita tidak seperti katak di bawah tempurung. Kita akan mengetahui apa yang terjadi di belahan dunia sana. Mari kita banguan pendidikan yang berbasis IT. Untuk itu guru harus pula siap dengan perkembangan IT. Bisa saja kita kembangkan sekolah yang berbasis IT, asal saja IT tidak mengikis habis nilai karakter. Semoga.

 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pertamina Tambah Pertashop, Masyarakat Sumbar Merasa Terbantu

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh ketersedian Bahan Bakar Minyak (BBM), PT Pertamina ...