Minggu , 19 September 2021
Depan - Headline - Iran Kembali Jadi Raja Tanjakan Kelok 44
TdS etape 9
TdS etape 9

Iran Kembali Jadi Raja Tanjakan Kelok 44

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Lubuk Basung – Setiap adanya Tour de Singkarak (TdS) Raja Tanjakan Kelok 44 Maninjau yang indah dan unik ini terus di rajai pembalap asal Iran. Khalil Khorsid dari Team Tabriz Shahrdary,tetap menjadi raja tanjakan Kelok 44 atau “King of Mountain” (Polkadot Jersey) Pada Etape ke-8, Tour de Singkarak (TdS) 2017.

Pembalap asal Iran, Khalil Khorsid dari Team Tabriz Shahrdary, akhirnya menjadi raja tanjakan Kelok 44 atau “King of Mountain” (Polkadot Jersey) Tour de Singkarak (TdS) 2017, setelah berhasil merebut gelar dari Kolahdouz, Team Pishgaman Cycling pada event TdS 2016.
Artikel Lainnya

loading…


Julukan si raja tanjakan ini diraih Khalil pada etape ke-8, dengan rute star dari Padang Pariaman dan finish di Ambun Pagi Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sabtu (25/11/2017).

Dari hasil kualifikasi tersebut, Khalil Khorsid mampu merebut yellow jersey atau juara umum balapan. Sementara itu, untuk raja sprint (green Jersey) diraih Robert Muller pembalap asal Jerman dan Pembalap tercepat Indonesia (Red White Jersey) selama TdS tahun 2017 dimenangkan Jamal Hibatullah.

Dalam menyampaiannya Bupati Agam H. Indra Catri, Dt. Malako Nan Putiah, mengatakan Kelok 44 dan Ambun Pagi merupakan icon wisata kebanggaan Agam yang memiliki beragam pesona. Kelok 44 hanya satu-satunya di dunia. Meski jalannya menantang tapi udaranya sangat sejuk. Namun inilah sesungguhnya Agam dengan sejuta wisata baharinya, sehingga event ini menjadi kenangan tersendiri bagi para pembalap, ungkap Bupati Agam Indra Catri.

Menurut Bupati Agam Indra Catri dengan adanya event ini terhadap masyarakat, TdS tidak hanya event promosi daerah, namun juga dapat meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat. “Untuk itu kita mengharapkan agar event ini terus berlanjut. Sehingga, Sumbar khususnya Agam bisa lebih tereksploitasi ke tingkat mancanegara,” paparnya.

Jamal Hibatullah mengatakan bahwa dari seluruh etape TdS yang dilalui, Kelok 44 merupakan rute yang sangat menantang dan menguras seluruh tenaga. Dengan optimis dan semangat yang tinggi semua itu bisa saya lalui bersama dengan kawan-kawan lainnya ungkapnya (Irman Naim)

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...