Sabtu , 18 September 2021
Depan - Headline - Innalillah, Longsor Kembali Melanda Batang Barus
Warga mengevakuasi korban tanah longsor di tengah kegelapan malam dengan peralatan seadanya di Kenagarian Batang Barus
Warga mengevakuasi korban tanah longsor di tengah kegelapan malam dengan peralatan seadanya di Kenagarian Batang Barus

Innalillah, Longsor Kembali Melanda Batang Barus

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Cuaca ekstrim yang menyebabkan hujan lebat disertai badai sejak Selasa (23/8/2016) malam, telah menimbulkan derita bagi sebagian insan manusia.

Bencana banjir nyaris mengepung beberapa tempat di Kota Padang dari Selasa (23/8/2016) malam hingga Rabu, (24/8/2016) siang. Para petugas Penanggulangan Bencana dan relawan kemanusiaan terus bekerja untuk memberi bantuan pada para korban. Pada beberapa titik jalan juga terhambat, akibat beberapa pohon pelindung tumbang.

Bahkan, hal yang lebih parah terjadi di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Hujan deras disertai badai telah menimbulkan longsor di Bukit Subang, Jorong Lubuk Selasih, Rabu (24/8) sekitar pukul 18.30 WIB. Longsor menutup akses jalan menuju Bukit Subang dan d 36 jiwa harus diungsikan ke lokasi yang aman.

Wali Nagari Batang Barus, Syamsul Azwar terus berupaya mengerahkan warga untuk memberikan pertolongan. Namun dia mengaku sulit mengevakuasi warga karena badan jalan dipenuhi lumpur. “Kita khawatir terjadi banjir bandang, makanya warga sementara dievakuasi dari kediamannya yang berada di Bukit Subang,” ujarnya.

Namun, belum lagi usai penanganan di Bukit Subang, giliran Dusun Rawang yang diterjang longsor. Dusun yang juga terletak di Jorong Lubuk Selasih ini tidak hanya menutup badan jalan Solok – Alahan Panjang. Tapi, juga menerjang rumah warga.

“Diprediksi 4 atau 5 warga terseret kedalam lumpur itu. Warga secara manual mengais tumpukan lonsor dengan perkakas seadanya. Hingga fajar buta evakuasi tetap diupayakan,” ujar Syamsul Azwar, melalui akunnya Kamis (25/8/2016) pagi.

Syamsul dengan wajah sedih menceritakan peristiwa naas yang menimpa warganya. Menurutnya, usai penanganan bencana di Dusun Rawang, masyarakat kembali dikejutkan hentakan gempa yang diikuti cuaca yang mengerikan. Angin kencang disertai hujan deras, menyebabkan aliran listrik terputus dan kabel listrik berserakan dijalanan. Tragisnya sinyal seluler yang diharapkan sebagai pembantu komunikasi juga menghilang. “Mengerahkan warga terasa sulit, lantaran sinyal menghilang dan masyarakat terjebak dalam kegelapan,” Syamsul Azwar.

Saat dihubungi via seluler, Kamis (25/8/2016) siang belum didapat khabar pasti terhadap para korban. Karena, sambungan ke nomor Syamsul masih tidak jelas dan terputus-putus. “Dua baru ditemukan,” ujarnya dan hubungan telepon langsung terputus-putus.

DATUAK

Selanjutnya: Tanah Longsor Batang Barus, Empat Nyawa Melayang

Cover Edisi 18 Tahun III/5-11 April 2016
Cover Edisi 18 Tahun III/5-11 April 2016

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

DPRD Sumbar Gelar Rapat Paripurna Nota Pengantar APBD-P 2021

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Setelah DPRD dan Pemprov Sumbar menyepakati KUPA-PPAS pada 13 September 2021 lalu, ...