Minggu , 29 November 2020
Beranda - Berita Pilihan - Inilah Perubahan Dunia Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19
Kepala SMAN 1 Batang Kapas Syamsuir bersama Muspika
Kepala SMAN 1 Batang Kapas Syamsuir bersama Muspika

Inilah Perubahan Dunia Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.COM, Pesisir Selatan – Perubahan dunia pendidikan ditengah pandemi covid 19 masih sangat dirasakan hingga saat ini. Hanya dalam waktu hitungan bulan, mau tak mau Kemendikbud harus mengganti arah kebijakannya guna membantu kegiatan belajar mengajar berjalan efektif meski dari rumah.

Laju penyebaran covid-19 di Indonesia,tentunya membuat pemerintah harus melakukan berbagai upaya untuk mengakhiri pandemi agar seluruh sektor kehidupan tak lagi mengalami masa sulit,termasuk dunia pendidikan. Seperti halnya SMA N 1 Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Betapa Tidak,sejak kemunculannya Pada awal maret di tanah air,sejumlah sekolah maupun perguruan tinggi terpaksa ditutup dan mengubah metode belajar menjadi daring.



Hal ini jelas saja menimbulkan dampak, baik positif maupun negatif untuk peserta didik dan tenaga pengajar. Salah satu dampak yang paling terlihat atas perubahan dunia pendidikan ditengah Pandemi covid-19 adalah efektifitas proses belajar-mengajar.

Pasalnya,tidak semua peserta didik mampu beradaptasi dengan metode pendidikan yang baru ini. Tidak terkecuali pada siswa SMAN 1 Batang Kapas. Anak anak jenjang pendidikan ini sangat rentan untuk mendapatkan materi belajar yang merata. Jika tidak ada kerjasama yang baik antara guru maupun pihak orang tua.

Maka dari itu,pihak Kementerian Pendidikan dan kebudayaan meminta para guru tidak hanya Fokus dalam mengejar target kurikulum saja. Namun juga membekali siswa dengan kemampuan hidup yang diperkuat dengan nilai nilai karakter. Tujuannya tak lain supaya metode belajar jarak jauh tidak lagi membebani para guru,siswa, maupun orang tua.

Penyesuian pembelajaran ini juga telah dijelaskan sebagaimana dalam surat edaran no 2 tahun 2020 tentang pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan.
Tidak cuma menyikapi persoalan kurikulum,dibawah naungan menteri pendidikan dan kebudayaan,yakni Nadiem makarim. Pihak Kemendikbud pun turut mengeluarkan kebijakan baru guna meminimalisir penyebaran virus Corona di ranah pendidikan.

Yaitu pembatalan UN 2020,perubahan dunia pendidikan ditengah pandemi covid-19 juga turut dirasakan oleh peserta didik pada jenjang pendidikan SMP dan SMA/SMK Di Indonesia,yang mana pihak Kemendikbud resmi membatalkan Pelaksanaan ujian nasional untuk tahun ajaran 2019/2020.

Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran mendikbud no 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona Virus di Disease 2019.

Dalam Laman resmi Kemendikbud ini dijelaskan bahwa syarat penentu kelulusan bagi peserta didik dalam masa darurat penyebaran virus Corona adalah dengan mengadakan ujian sekolah,yang dapat dilakukan secara online.

Jika terdapat sekolah yang tidak siap untuk mengadakan ujian sekolah online,maka ujian ini bisa dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan dan ujian yang menggunakan sistem laring yaitu ujian sistem persif seperti yang diterapkan di SMA N 1 Batang kapas.

Menurut Drs.Syamsuir,M.pd selaku kepala sekolah menjelaskan ujian mid semester dimulai pada hari senin 19 oktober sampai Hari sabtu 24 Oktober 2020.Dalam Pelaksanaan ujian tersebut tetap menerapkan sistem protokol kesehatan yang ketat yaitu menyiapkan air dan sabun cuci tangan bagi siswa dan siswi serta guru pada tiap ruang ujian.

Mewajibkan kepada guru dan siswa menggunakan masker,menjaga jarak serta melakukan penyemprotan disinfektan yang dilakukan didalam ruang ujian siswa secara rutin.

Disamping itu,pihak SMA N 1 Batang kapas melalui kepala sekolahnya menjalin kerjasama dalam memerangi covid-19 dengan kapolsek kecamatan batang kapas dan puskesmas dalam upaya agar memastikan agar tetap berada dalam protokol kesehatan dalam upaya mencegah dan mengurangi penyebaran Covid-19 (edi )

Tip & Trik

loading…


 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin dalam kegiatan FGD dengan tema "Implementasi Peran dan Tugas DPD RI Dalam Rangka Pemantauan dan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah" di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah

Mahyudin: DPD RI Punya Peran Strategis Dalam Pembentukan Hukum Pusat dan Daerah

SPIRITSUMBAR.COM, Kalimantan Tengah – Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengatakan DPD RI memiliki peran yang ...