Senin , 27 September 2021
Depan - Headline - Ini Yang Akan Terjadi Jika Kesenjangan Ekonomi Makin Tinggi

Ini Yang Akan Terjadi Jika Kesenjangan Ekonomi Makin Tinggi

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Memang dalam seminggu terakhir, Ketua MPR Zulkifli Hasan, telah dua kali berbicara masalah soal ekonomi di rumah dinasnya seusai menjalankan buka puasa bersama dengan tamunya.

Pada  hari pertama ia mengingatkan pelemahan ekonomi yang harus diatasi bersama sama dengan melibatkan semua pihak agar  dapat diatasi secara bersama sama.

Jumat lalu saat berbuka berpuasa dengan Pengurus ICMI yang baru dibawah pimpinan Jimly Ashidiqie. Zulkifli Hasan kembali lagi berbicara soal ekonomi sambil mengingatkan besarnya kesenjangan ekonomo dimana 1 persen jumlah penduduk menikmati 50 persen kemajuan ekonomi yang diukur dari Produk Domistik Broto yang kini telah bernilai  sekitar Rp6.000 triliun.

Sutrisno Bachir Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN)  yang mendapat tugas menyusun road map ekonomi 2045 juga ikut resah melihat kesejenjangan ekonomi yang terjadi diseluruh sektor. “Harus ada pemihakan olah negara kepada pribumi. Karena ini sudah tidak sehat lagi jika pribumi diadu terbuka dengan pengusaha besar,”  tegasnya.

Dia khawatir akan muncul kemarahan tapi yang korban sasaran pengusaha kecil, sedang yang besar besar lari ke luar negeri. “Sekarang momentumnya perubahan besar, agar ekonomi kita tidak dikuasai kartel dan oleh segelintir pengusaha besar saja, dengan memperkuat pengusaha kecil dan menengah,” desak  Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang secara terpisah.

Struktur ekonomi harus dirubah menjadi piramida terbalik dimana sektor ekonomi lebih banyak digerakkan oleh usaha ekonomi kecil dan menengah.

Ditengah pertumbuhan ekonomi dunia yang sedang melemah semua. Jokowi sudah membuka jalan dengan membangun infrastruktur di dearah. Dengan maksud agar  bisa mendorong munculnya pengusaha kecil daan menengah di daerah, ujar OSO di Depok.

Agus Hermanto Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Demokrat memahami langkah Presiden Jokowi yang mengendurkan target pajak dalam RAPBN P 2016, untuk mendorong konsumsi seperti yang pernah dilakukan Presiden SBY sebelumnya. “Tapi, ini belum cukup karena daya beli masarakat sedang  turun. Pemerintah harus menghidupkan kembali bantuan langsung tunai dan bantuan siswa miskin agar bisa menambah uang yang beredar di masyarakat desa,” tegasnya.

ERWIN KURAI

The Public

Cover THE PUBLIC Edisi 27
Cover THE PUBLIC Edisi 27

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Ini atlet Apriana Nasution yang turun pada nomor boulder perorangan putri

Panjat Tebing PON XX Papua, Tiga Atlet Sumbar Lolos pada Babak Kualifikasi

SPIRITSUMBAR.com, Mimika – Tiga atlet panjat tebing Sumatera Barat berhasil lolos pada babak kualifikasi pada ...