Kepala Kementerian Agama (Kakemenag) Solok Selatan membantah adanya pungutan terhadapan dana sertifikasi guru.
Baca : Mahadolok Tarik Pernyataannya
Hal itu disampaikannya, di ruanga kerjanya, Jumat (22/1/2016) menaggapi tudingan para guru dan salah satu yayasan di Solok Selatan.
Selain itu itu juga ada surat bantahan tertulis ke redaksi yang diduga dilayangkan oleh Kamenag. Namun, surat bantahan tersebut banyak kejanggalan, lantaran tidak resmi, bahasa basalemak peak (tidak menggunakan bahasa Indonesia baku), tanpa alamat yang jelas, tanpa nomor dan cap stempel.
Berikut ini, surat dugaan batahan tersebut sesuai dengan aslinya. Atau tanpa adanya perubahan sama sekali.
Solok Selatan : 24 Januari 2016
Bersama ini kami sampaikan kepada Sdr. Pimpinan The Public, menanggapi berita tgl, 18 Januari 2016, tentang pungutan Uang Sertifikasi guru-guru di Lingkungan Kementrian Agama Kab. Solok Selatan dapat kami Jelaskan sebagai berikut .
- Kementrian Agama Kabupaten Solok Selatan tidak pernah memungut (memotong) Uang Sertifikasi guru-guru di Lingkungan Kemenag Solok Selatan.
- Informasi yang didapat dari beberapa orang guru di Yayasan Pondok PsantrenTarbiyah Islamiyah Kelampaian Muara Labuh dan dari Ketua Yayasan Pondok PsantrenTarbiyah Islamiyah Anwar Rahmani bahwa Pungutan sebesar Rp 100.000,- ( SeratusRibu Rupiah) / Orang guru untuk membayar Insentif Kepala Kemenag dan Kasi di Lingkungan Kemenag Solok Selatan yang di setorkan/di transfer melalui Rekening Kemenag adalah TidakBenar .
- Sesuai dengan pernyataan dari guru-guru dan KetuaYayasan Pondok Psantren Tarbiyah Islamiyah Muara Labuh diatas Manterai bahwa Uang Sertifikasi guru-guru di Lingkungan Kemenag Solok Selatan Tidak Pernah dipungut olehKemenag Solok Selatan.
- Kepala Kemenag Solok Selatan tidak pernah mengancam guru-guru di Lingkungan Kemenag Solok Selatan untuk di mutasikan.
Demikianlah penjelasan ini disampaikan kepada PimpinanKoran The Publik, Sebelum dan sesudahnya Kami ucapkan terimakasih.
Kepala Kementrian Agama
Kabupaten Solok Selatan
dto
Drs. H. BurhanudinChatib
Baca : Dugaan Pungli Kemenag Solsel, Mereka Membantah Perkataan Sendiri