Kamis , 23 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Ini Pesan Sandiaga Uno di Konferensi Penyiaran

Ini Pesan Sandiaga Uno di Konferensi Penyiaran

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Sulawesi Selatan – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia (RI), Sandiaga Salahuddin Uno, sampaikan pesan pada seluruh industri media dan komunikasi serta industri penyiaran.

Dia minta agar terus berkolaborasi menciptakan pemikiran luhur. Guna menghasilkan generasi penerus yang berakhlakul kharimah (berakhlak mulia), menjunjung tinggi semangat fatonah, amanah, siddiq dan tabligh.

Hal ini disampaikan Sandi secara daring ketika menjadi pembicara kunci Konferensi Penyiaran Indonesia yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Rabu (15/9/2021).

“Soal tabligh ini harus menyampaikan hal-hal yang baik-baik saja. Juga menyampaikan yang akurat dan membangun bangsa dengan bingkai Bhinneka Tunggal Ika serta tentunya dengan landasan Pancasila,” tambah dia.

Sandi menambahkan pada akhirnya harus diciptakan konten kreatif yang dapat mempersatukan bangsa ini. Dengan balutan informasi yang akurat, terverifikasi dalam bingkai inovasi. Informasi tersebut harus sesuai dengan nila-nilai luhur bangsa ini.

“Penyiaran juga harus mempersatukan ukuwah watoniah kita yaitu persatuan kita yakni persatuan kebangsaan kita,” tuturnya.

Di awal paparannya, Sandi menjabarkan kondisi sektor pariwisata di Indonesia. Meskipun mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19, masih ada satu sektor lain yang justru masih dapat diharapkan yakni sektor ekonomi kreatif khususnya di sub sektor TV dan radio.

Menurutnya, sub sektor ini justru menunjukan perkembangan yang luar biasa. “Jumlah tenaga kerja memang terkendala dari segi penyerapan tetapi ternyata sektor ini mengalami reliable. Semangat untuk bangkit menghinggapi lebih dari 34 juta pekerja parekraf. Dimana kita terapkan strategi inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sandi berharap konferensi penyiaran yang melibatkan unsur perguruan tinggi ini dapat menghasilkan pemikiran kreatif dan inovatif yang bisa disumbangkan sebagai pemikiran terbaik.

“Rencana KPI dan 12 perguruan bisa dikolaborasi dengan kami di Menparekraf. Karena salah satu sub sektor yang kami bina adalah sub sektor penyiaran ini. Sehingga motto Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh bisa kita wujudkan. Saya ucapkan terimakasih, bangkit di saat sulit, menang melawan covid dan together with KPI, yes we can do it,” tandasnya.

Sementara itu, pada sambutan awal acara, Komisioner KPI Pusat sekaligus PIC Konferensi Penyiaran Indonesia, Yuliandre Darwis, menegaskan situasi komunikasi di ruang publik semakin kompleks, dinamis dan cepat. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya sebagai dampak dari kemajuan teknologi informasi pada akhirnya ketersediaan informasi saat ini sangat melimpah.

“Media penyiaran salah satu dari media massa dalam melaksanakan kegiatannya menggunakan frekuensi sebagai ranah publik, sehingga kaidah penggunaan media massa penyiaran diatur khusus yang mengedepankan tanggung jawab yang bermartabat,” tambahnya.

Melalui konferensi penyiaran ini, kata Andre, publik menaruh harapan besar semakin banyak para ilmuan di Indonesia yang terus mengembangkan bentuk penelitian-penelitian lain untuk merespon perubahan dunia komunikasi, media, teknologi termasuk penyiaran. Apalagi pada awal November 2022, Indonesia akan bermigrasi dari analog ke digital.

Konferensi ini yang mengusung tema ‘Mewujudkan Media Komunikasi dan Industri Penyiaran yang Sehat, Tangguh dan Berbasis Kemanusiaan’ hasil kerja sama KPI dan Universitas Hassanudin. Diharapkan dapat menciptakan iklim media dan pola komunikasi yang memiliki tanggung jawab moral dalam ranah komunikasi dan penyiaran.

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi yang juga Program Prioritas Nasional bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang melibatkan lebih dari 192 orang pakar dari 12 Universitas Negeri se Indonesia untuk mengukur sejauh mana kualitas konten siaran kita,” tandasnya. (Rel/kpi)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bupati Pessel : Keterbukaan Informasi Tak Bisa Ditawar

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, membuka acara bimbingan teknis (Bimtek) pemeringkatan ...