Minggu , 26 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Ini Permntaan Sutan Riska Untuk Hadapi Globalisasi
Anak anak serbu Sutan Riska Tuanku Kerajaan Masjid Al Ikhwan Sungai Rumbai (foto Eko - Spirit Sumbar)
Anak anak serbu Sutan Riska Tuanku Kerajaan Masjid Al Ikhwan Sungai Rumbai (foto Eko - Spirit Sumbar)

Ini Permntaan Sutan Riska Untuk Hadapi Globalisasi

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Shalat idul fitri tingkat Kabupaten Dharmasraya dipusatkan di halaman Kantor Bupati. Hadir dalam kesempatan persebut Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Wakil Bupati H. Amrizal Dt. Rajo, mantan Wakil Bupati H. Syafruddin R, Ketua DPRD H. Masrul Maas, Wakil Ketua DPRD Ampera Dt. Labuan Basa, para pejabat pemerintah Kabupaten Dharmasraya, dan ribuan masyarakat Nagari Sungai Kambut dan sekitanya.

Rangkaian peringatan hari raya kemenangan itu dimulai pada pukul 07.30 wib, diawali dengan pidato bupati. Kemudian Shalat Idul fitri dua rakaat yang dilanjutkan khotbah oleh Ustazd Maulana Yatim.

Di bawah sinar matahari pagi yang baru naik sepenggal galah itu, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyerukan, agar setelah ditempa ramadhan selama sebulan penuh, masyarakat hendaknya menjadikan hasil tempaan ramadhan itu sebagai modal keshalehan sosial.

Dengan keshalehan sosial, maka masyarakat Kabupaten Dharmasraya akan memiliki kekuatan penuh untuk mengembangkan diri memasuki dunia yang global yang penuh persaingan. “Landasan agama menjadi modal terampuh dalam memasuki dunia global,” katanya. Disamping itu, dengan landasan agama, masyarakat bisa membentengi diri dari pengaruh Nakoba dan berbagai penyakit kemasyarakatan akibat modernisasi.

Di akhir sambutannya, bupati termuda se Indonesia itu menyerukan, agar semua masyarakat memelihara anak yatim dan fakir miskin. “Jangan sampai ada anak yatim dan fakir miskin yang menangis di hari raya ini, sementara kita merayakannya dengan sukacita,” kata Rajo Koto Besar itu.

EKO

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Cabor Gantole, Sumbar Unggul 2 Ronde di Kategori Ketepatan Mendarat

SPIRITSUMBAR. com, – Sempat tertunda karena cuaca buruk pada pertandingan awal cabang olahraga (Cabor) Gantole ...