Sabtu , 25 September 2021
Depan - Headline - Ini Kronologis Amuk Massa Kantor Polres Sijunjung
Mapolres Sijunjung (ilustrasi)
Mapolres Sijunjung (ilustrasi)

Ini Kronologis Amuk Massa Kantor Polres Sijunjung

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Gara gara razia kendaraan roda dua persis di depan rumah Dinas Kapolres Sijunjung, terjadilah suatu peristiwa yang sangat memilukan. Seorang remaja Allan Wahyudi (15) pelajar SMPN 7 Sijunjung kelas IX tewas akibat tendangan oknum polisi lalu lintas.

Peristiwa berawal, Allan yang mengendarai sepeda motor dari arah Gambok menuju ke Muaro. Sesampainya didepan rumah Dinas Kapolres sekitar jam 21.00 Wib tampak anggota Satlantas Polres Sijunjung sedang melakukan operasi razia.

Karena Allan merasa tidak memakai helm berbelok ke arah jalan menuju SDLB. Ketika berbelok kendaraannya salah satu anggota Lantas menendangnya, akhirnya terjatuh terhempas ke  trotoar jalan. Allan langsung dilarikan ke Puskesmas Gambok, hasil visum kepala bagian belakang memar. Akhirnya, masih dalam suasana malam hari, Allan meninggal dunia….Inalillahi wa inna illaihi  raji’un.

Buntut dari kejadian tersebut, Selasa (26/7/2016) warga masyarakat dari Pematang Panjang, Nagari Muaro dan Nagari Padang Laweh Sijunjung dan sekitarnya mendatangi Mapolres sekitar pukul 13.40 Wib. Mereka mendatangi Mapolres Sijunjung menanyakan kronologisnya kejadian.

Namun sekitar pukul 14.00 Wib datang masa dari Nagari Padang Laweh, dengan beringas. Mereka langsung melempari Mapolres hingga kaca-kaca pecah dan berantakan. Diperkirakan keseluruhannya masa yang datang kurang lebih 1500 orang.

Pasukan Dalmaspun disiagakan, sampai-sampai mengunakan gas air mata. Bahkan imbas dari letusan gas air mata sampai depan kantor DPU Kab Sijunjung. Dampaknya, banyak orang yang merasa sakit mata dikarenakan terkena gas air mata tersebut.

Seperti halnya pekerja bangunan di Kantor BLHPMPT Kab Sijunjung juga tak luput dari keganasan gas air mata. Padahal dia diatas bangunan berlantai dua, ini sungguh tragis. Sekitar pukul 16.00.Wib bantuan Brimob datang untuk mengamankan demo tersebut dan bisa dikendalikan.

Menurut keterangan salah seorang warga Padang laweh berinisial SW. Kejadian jatuhnya pengendara akibat razia polisi sudah pernah pula terjadi sebelumnya. Beberapa bulan lalu suami istri membawa anak kecil terjatuh dipepet polisi. Pengendara tersebut melarikan diri lantaran tidak memakai helm, lalu dipepet motornya pun terjatuh.

Tidak hanya Mapolres Sijunjung, Pos Lantas di Simpang Pangeran, depan Bank BRI dan di Simpang Logas menjadi pelampiasan kekesalan masyarakat hancur ketiga-tiganya. Sampai jam 19.00.Wib, pasukan Dalmas masih berjaga-jaga di sekitar Mapolres dan tampaknya situasi sudah kondusif.

RIYON

Cover The Public (terbit tiap Senin)
Cover The Public (terbit tiap Senin)

 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

PON XX Papua 2021, Kontingen Sumbar : Papua Sangat Kondusif

SPIRITSUMBAR.com, Papua – Kondisi empat kluster kota dan kabupaten pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX ...