Sabtu , 18 September 2021
Depan - Headline - Ini Dasar Penolakan Warga Atas Rumah Krematorium di Pondok
Mesin kremasi di krematorium HBT kawasan Pondok Padang
Mesin kremasi di krematorium HBT kawasan Pondok Padang

Ini Dasar Penolakan Warga Atas Rumah Krematorium di Pondok

Print Friendly, PDF & Email

PadangSpiritSumbar.com – Keberadaan rumah pembakaran mayat (krematorium) yang dibangun Himpunan Bersatu Teguh (HBT) mendapat penolakan dari masyarakat sekitar. Mereka beralasan, keberadaan krematorium itu melanggar PP Nomor 9 tahun 1987 tentang  Penyediaan Penggunaan Tanah Untuk Keperluan Tempat Pemakaman.

Baca: Walikota Padang: Rumah Pembakaran Mayat Sudah Sesuai Aturan

Dasar alasan mereka yang melakukan penentangan tersebut adalah Pasal 2 (1) Penunjukan dan penetapan lokasi tanah untuk keperluan Tempat Pemakaman Umum dilaksanakan oleh Kepala Daerah untuk masing-masing Daerah Tingkat II di bawah koordinasi Gubernur Kepala Daerah, dan untuk Daerah Khusus Ibukota Jakarta oleh Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Baca : Krematorium Sesuai Aturan, Albert: Pemko Padang Mestinya Jeli

(2)Penunjukan dan penetapan lokasi tanah termasuk tanah wakaf untuk keperluan Tempat Pemakaman Bukan Umum dilaksanakan oleh Kepala Daerah Tingkat II yang bersangkutan dengan persetujuan Menteri Dalam Negeri.

(3) Dalam melakukan penunjukan dan penetapan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) dan ayat  (2) harus berdasarkan pada Rencana Pembangunan Daerah, dan/atau Rencana Tata Kota, dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut  :

a.) tidak berada dalam wilayah yang padat penduduknya;  b.) menghindari penggunaan tanah yang subur;  c.) memperhatikan keserasian dan keselarasan lingkungan hidup;  d.) mencegah pengrusakan tanah dan lingkungan hidup;  e.)     mencegah penyalahgunaan tanah yang berlebih-lebihan.

Pasal 9  (3)Penunjukan lokasi tanah untuk pembangunan Krematorium dilakukan oleh Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah yang bersangkutan di bawah koordinasi Gubernur Kepala Daerah yang disesuaikan dengan Rencana Tata Kota serta memperhatikan ketentuan dalam Pasal 2 ayat (3).

Baca: Azirwan : Izin Krematorium Tanpa Pedomani Aturan Lebih Tinggi

Palimo

Artikel Spirit Sumbar Lainnya

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Supardi bersama 4 Remaja Parlemen asal Sumbar

Supardi Beri Dukungan, 4 Siswa Sumbar Ikut Parlemen Remaja

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Supardi dukung ...