Beranda - Berita Pilihan - Indra Catri : Saya Tidak Mau Berpolemik
Indra Catri dan Ardyan
Indra Catri dan Ardyan

Indra Catri : Saya Tidak Mau Berpolemik

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Bupati Agam, Indra Catri menegaskan menghormati surat permintaan maaf yang disampaikan ES kepada seorang anggota DPR RI, Mulyadi dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Karena hal itu merupakan hak pribadi ES. Namun Indra Catri menyayangkan, apa yang dituduhkan ES pada dirinya imposibel dan tidak berdasar secara hukum.

Hal itu disampaikan Bupati Indra Catri dalam jumpa pers, Ahad (5/7/2020) pada sebuah rumah makan di Padang.

Menurut Bupati Agam dua periode ini, jumpa pers ini dilakukan untuk menjawab kerisauan masyarakat Agam, para pendukung dan simpatisan serta keluarga besar Pemkab Agam terhadap persoalan yang tida berdasar hukum ini.



“Setidaknya, ini saya lakukan untuk menghilangkan kerisauan diri saya sendiri yang jelas-jelas merasa terganggu dengan banyaknya yang bertanya soal ini,” ungkap Indra Catri yang didampingi kuasa hukumnya dari Kantor Advokat & Konsultan, Ardyan, Rianda Seprasia & Partners.

Indra Catri mengaku tidak mau berpolemik karena dikhawatirkan terjebak oleh polemik kontra produktif. Namun karena pernyataan maaf ES itu sudah beredar kemana-mana dan viral di media sosial, karena itu dia merasa perlu melakukan klarifikasi.



“Saya sangat menyayangkan, ES menuduh saya bersama Sekda. Tuduhan itu jelas tidak berdasar secara hukum. Apalagi kasusnya sedang berproses di kepolisian,” ujar Indra Catri.

Indra Catri juga mengatakan sebagai pihak yang sangat menghormati proses hukum, buktinya dia memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik dimana penyidik Polda Sumbar telah menetapkan tiga tersangka, termasuk ES.

“Karena itu saya mengajak kita semua, mari hormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Indra Catri yang akan maju sebagai Calon Wakil Gubernur Sumbar berpasangan dengan Nasrul Abit sebagai Calon Gubernurnya pada Pilkada 2020 mendatang.

Tip & Trik

loading…


<<< Sebelumnya : Dituding Otak Pencemaran Nama Baik, Indra Catri Sampaikan Klarifikasi

Selanjutnya>>> Ardyan : Diduga Surat Disetting Pihak Lain

 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Gedung Telkom Pakanbaru Terbakar, Jaring Telkomsel Menghilang

Spiritsumbar.com, Padang – Pelanggan Telkomsel panik sejak, Senin (11/8/2020) siang. Malahan, tak sedikit yang kecewa, ...