Depan - Pendidikan - Artikel - Implementasi Kurikulum Kondisi Khusus pada Era Pandemi Covid-19
Desi Azmarianty
Desi Azmarianty

Implementasi Kurikulum Kondisi Khusus pada Era Pandemi Covid-19

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Desi Azmarianty (Mahasiswa Program Pasca Sarjana IAIN Batusangkar)

Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia telah menerbitkan Kurikulum Darurat. Kurikulum ini berlaku pada kondisi khusus di era pandemi Covid- 19.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada webinar penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa covid 19, Jumat (7/8/2020).

Dari penjelasannya disampaikan bahwa pada masa pandemi covid 19 perlu diberlakukan kurikulum darurat untuk menghadapi tantangan, kendala, akibat serta dampak dari pembelajaran jarak jauh( PJJ) di masa pandemi Covid 19 baik terhadap siswa, guru dan orang tua.

Kurikulum darurat merupakan penyerderhanaan Kompetensi Dasar (KD) dari setiap mata pelajaran. Dalam implementasinya pada proses pembelajaran akan lebih fokus terhadap kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk pembelajaran selanjutnya.



Penyusun kurikulum darurat pada kondisi khusus di era covid-19 diharapkan dapat membantu mengurangi kendala yang dihadapi guru, orang tua, dan siswa dalam proses pembelajaran jarak jauh ( PJJ ). Selain itu kurikulum darurat juga bertujuan untuk meringankan beban guru, serta dapat mempermudah proses pembelajaran selama masa darurat.

Kebijakan kurikulum darurat pada masa pandemi ini tetap mengacu pada kurikulum 2013. Dalam hal penyederhanaan kompetensi dasar, ada tiga opsi penerapan kurikulum darurat kondisi khusus pada era pandemi covid 19 di sekolah. Pertama, Tetap mengacu pada kurikulum nasional ( kurikulum 2013). Kedua, mengunakan kurikulum darurat. Ketiga, melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Semua jenjang pendidikan dari SD/ SMP/ SLTA/SMK dapat memilih salah satu dari tiga opsi tersebut dengan tetap memperhatikan rambu – rambu yang berlaku serta mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, orang tua dan masyarakat. Proses pembelajarannya bisa saja dilakukan oleh guru secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan).

Dari hasil workshop yang diikuti secara virtual pada kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Matematika Propinsi Sumatera Barat pada tanggal 18 September 2020 diperoleh informasi ada beberapa langkah dalam penyusunan kurikulum darurat pada kondisi khusus.
Pertama, analisis Komptensi Dasar (KD). Pada langkah ini guru terlebih dahulu melakukan penyederhanaan terhadap kompetensi dasar. Dipilah dan dipilihlah KD yang esensial, KD yang tidak esensial dikeluarkan. Setelah itu barulah KD yang esensial diturunkan menjadi indikator pencapaian kompetensi (IPK) dan tujuan pembelajaran.

Kedua, Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 10 Desember 2019 telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 tentang penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam edaran tersebut dinyatakan bahwa penyusunan RPP dilakukan dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada peserta didik.

Mengenai penyusunan RPP yang bersifat efisien maksudnya adalah penulisan RPP dilakukan dengan tepat dengan tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Sementara efektif, berarti penulisan RPP dilakukan dengan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan berorientasi pada peserta didik menegaskan bahwa penulisan RPP dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan, ketertarikan dan kebutuhan belajar peserta didik di kelas.

Apabila kita cermati Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019 tersebut, dari 13 (tiga belas) komponen RPP sebagaimana yang diatur selama ini dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk saat ini dalam menyusun RPP cukup memuat 3 (tiga) buah komponen inti saja yakni tujuan pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan penilaian pembelajaran (assessment) yang wajib dilaksanakan oleh guru, sedangkan komponen lainnya adalah pelengkap. RPP yang dibuat bisa untuk kegiatan daring maupun luring.

Ketiga, penyusunan assesment atau penilaian. Di era pandemic covid-19, untuk penilaian pembelajaran daring bisa dilakukan dengan mengunakan aplikasi digital seperti Google Form (G Form) atau Google Kuiz ( quizizz).
Keempat, penyusunan media pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan pada masa pandemi adalah media pembelajaran daring dengan menggunakan fasilitas internet.

Pembelajaran daring dapat memakai aplikasi digital yang menunjang proses pembelajaran jarak jauh tersebut. Media pembelajaran daring pada kurikulum darurat ini dapat mengunakan Google Class Romm, WAG, Edmodo dan lain sebagainya yang disesuaikan dengan kemampuan penguasaan teknologi digital baik oleh guru maupun peserta didik sendiri.

Implementasi kurikulum darurat pada kondisi khusus pada masa era pandemi covid-19 berpedoman pada keputusan kemendikbud nomor 719/ P / 2020. Diharapkan kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan baik di tengah kondisi pandemi salah satunya pembelajaran daring dengan mengunakan fasilitas internet.

Selain itu, pembelajaran daring juga dapat dilakukan dengan E- Learning sekolah, penyediaan modul elektronik, membuat video pembelajaran, penyediaan media dan modul pembelajaran. Namun demikian harus dipastikan terlebih dahulu kemudahan akses oleh guru dan peserta didik.

Pembelajaran daring yang dilakukan dari rumah tetap diusahakan memenuhi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ( KI- KD). Dalam hal pelaksanaan kurikulum harus mengutamakan prinsip pengembangan karakter, akhlak mulia, ubudiyah, kemandirian serta kesalehan peserta didik.

Pembelajaran daring sebagai implementasi kurikulum darurat yang dilakukan dari rumah akan menjamin kesehatan, keselamatan peserta didik sehingga dapat memutus mata rantai peneyebaran virus covid-19.

Diharapkan dengan pembelajaran daring siswa akan tetap fokus pada materi yang esensial, mata pelajaran pasangan. Serta mata pelajaran utama, pengembangan diri, peminatan. Juga ketrampilan yang menumbuh kembangkan kompetensi literasi bahasa, literasi matematika, literasi sains, literasi teknologi serta literasi visual. Guru dapat memberikan tugas mandiri. Sehingga peserta didik tidak terlalu lama berada di depan laptop atau Handphone dalam mengikuti pembelajaran daring.

Implementasi kurikulum kondisi khusus pada era pandemi covid-19 perlu dilakukan. Sekolah dituntut untuk melakukan inovasi dan kreatifitas sehingga tercipta kondisi pembelajaran yang bermakna dan menyenagkan bagi semua peserta didik. Mudah-mudahan pandemi covid 19 ini segera berlalu dan pembelajaran bisa berlangsung kembali seperti semula.

Tip & Trik

loading…


 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Antrian Solar Mengular, Ternyata Ini Penyebabnya

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Puluhan kendaraan berukuran besar ciptakan antrian panjang pada beberapa SPBU di Sumatera ...