Minggu , 19 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Implementasi Kurikulum Kondisi Khusus pada Era Pandemi Covid-19
Desi Azmarianty
Desi Azmarianty

Implementasi Kurikulum Kondisi Khusus pada Era Pandemi Covid-19

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Desi Azmarianty (Mahasiswa Program Pasca Sarjana IAIN Batusangkar)

Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia telah menerbitkan Kurikulum Darurat. Kurikulum ini berlaku pada kondisi khusus di era pandemi Covid- 19.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada webinar penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa covid 19, Jumat (7/8/2020).

Dari penjelasannya disampaikan bahwa pada masa pandemi covid 19 perlu diberlakukan kurikulum darurat untuk menghadapi tantangan, kendala, akibat serta dampak dari pembelajaran jarak jauh( PJJ) di masa pandemi Covid 19 baik terhadap siswa, guru dan orang tua.



Kurikulum darurat merupakan penyerderhanaan Kompetensi Dasar (KD) dari setiap mata pelajaran. Dalam implementasinya pada proses pembelajaran akan lebih fokus terhadap kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk pembelajaran selanjutnya.

Penyusun kurikulum darurat pada kondisi khusus di era covid-19 diharapkan dapat membantu mengurangi kendala yang dihadapi guru, orang tua, dan siswa dalam proses pembelajaran jarak jauh ( PJJ ). Selain itu kurikulum darurat juga bertujuan untuk meringankan beban guru, serta dapat mempermudah proses pembelajaran selama masa darurat.

Kebijakan kurikulum darurat pada masa pandemi ini tetap mengacu pada kurikulum 2013. Dalam hal penyederhanaan kompetensi dasar, ada tiga opsi penerapan kurikulum darurat kondisi khusus pada era pandemi covid 19 di sekolah. Pertama, Tetap mengacu pada kurikulum nasional ( kurikulum 2013). Kedua, mengunakan kurikulum darurat. Ketiga, melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Semua jenjang pendidikan dari SD/ SMP/ SLTA/SMK dapat memilih salah satu dari tiga opsi tersebut dengan tetap memperhatikan rambu – rambu yang berlaku serta mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, orang tua dan masyarakat. Proses pembelajarannya bisa saja dilakukan oleh guru secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan).

Selanjutnya >>>

[ 1 ]   [ 2 ]   [ 3 ]

Tip & Trik

loading…


 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...