Beranda - Pendidikan - Artikel - Ide Swastanisasi Kolam Renang Muaro
Riyon
Riyon

Ide Swastanisasi Kolam Renang Muaro

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Riyon
Keberadaan kolam renang yang berlokasi di Pasar Inpres Muaro Sijunjung adalah salah satu aset Pemda Kab. Sijunjung. Saat ini, pengelolaannya dibawah kewenangan Dinas Parpera Kab. Sijunjung dalam hal ini Kasi Sarana dan Prasarana.

Tahun lalu telah dilakukan rehab dengan anggaran yang berasal dari APBD 2017. Kini wajah kolam renang sudah tampak berubah.Layak dijadikan salah satu alternatif kegiatan edukasi olahraga bidang renang dan juga wisata keluarga. Bahkan setiap hari libur sudah banyak masyarakat ke kolam renang.

Rehab sarana dan prasarana kolam renang Muaro sepertinya masih ada celah kekurangannya. Diantaranya peningkatan kapasitas kemampuan pengelolaan disentralisasi management dan markerting. Jangan sampai terjadi stagnasi kebutuhan air dari PDAM Tirta Sanjung Buana yang menyuplai air dan pembayaran masalah kebutuhan listrik tidak tersengal-segal bahkan sampai air langganan dari PDAM. Tirta Sanjung Buana diputus seperti pada bulan Januari 2018 lalu.

Belum lagi masalah kebutuhan listrik jangan sampai diputus oleh PLN. Dikarenakan menunggak, tak bisa membayar seperti Februari 2018 lalu.

Tak bisa dipungkiri, keberadaan kolam renang sangat tergantung pada air bersih dan listrik. Ada persenyawaannya antara hak dan kewajiban yang harus diselesaikan atau tertuntaskan. Salah satu gambaran rutinitas hak sudah diberikan dari PDAM maupun PLN. Sementara kewajiban sebagai tanggung jawab mengemban kewajiban tersebut juga harus sama dengan hak yang telah diberikan.

Kalau terjadi permasalahan seperti air dan listrik tidak dibayarkan dikarnakan ada suatu faktor dan celah permasalahan yang kurang atau tidak sehat. Dimana titik temu harus terwujud dengan solusi terbaik. Ada suatu pandangan yang positif, sebaiknya pengelolaan kolam renang Muaro Sijunjung diswastanisasikan saja. Atau diserahkan pengelolaannya pada salah satu Badan Usaha Daerah (BUMD) Kab. Sijunjung PDAM.Tirta Sanjung Buana, jadi tidak molor kemana-mana.

“Adapun dalam penuangan MoU sistim bagi hasil dari income pendapatan pengeloalan kolam renang. Tentunya akan lebih pas dan tidak ribet.Tergantung nanti sejauh mana kreatif dan keseriusan inovatifnya pengelola,” ujar salah satu anggota FKSS, sebagai masukan kepadaAsisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kab. Sijujung dr. H. Edwin Suprayogi, M. Kes.

Gayungpun bersambut.Ini adalah suatu ide inovasi yang bagus. Saya sebagai Badan Pengawas BUMD milikPemdaKab. Sijunjung tentu akan menyampaikan hal ini kepada Bupati H. Yuswir Arifin. “Memang sudah saatnya aset milik Pemda Kab. Sijunjung yang punya celah bisa memberikan kontribusi PAD semestinya bisa diswastanisasikan. Sehingga aset tersebut tidak membebani keuangan daerah melulu,“Tentu kita akan siapkan bagaimana materi MOu tersebut. Dengan adanya kolam renang dikelola olehPDAM Tirta Sanjung Buanaberarti unit usaha/divisinya berkembang, tampak ada kemajuannya”.ujar H.Edwin Suprayogi.

H. Edwien Suprayogi akan mentera ulang stuktur organisasi pada Divisi SPBU Perusda Kinantan.Demi tertib manajemen akan kita pisahkan antara SPBU Perusda Kinantan dengan Divisi Hotel Bukik Gadang.
Secara aturan memang harus terpisahkan Hotel Bukik Gadang mempunyai NPWP tersendiri, SPBU Perusda Kinantan juga sebaliknya. Buah yang akan kita petik jelas nampak profesionalkan menejemennya, atau tidak.
Sangat disayangkan sudah kurun waktu 3 tahun ini SPBU Perusda Kinantan merugi terus, kita harus mencari dimana penyebab penyakitnya. Dengan adanya, disetujuinya siapa yang jadi pejabat dijajaran Direksi Perusda Kinantan, insyhaalloh tidak akan merugi,ujar H. Edwin Suprayogi.

Ketua FKSS Kab. Sijunjung Fajar Septrian,SE,sangat setuju pendapat yang dikemukaan oleh salah satu anggota FKSS dalam menyingkapi situasi dan kondisi kolam renang Muaro, saat ini maupun restorasistruktur organisasi Divisi Perusda Kinantan. Jadi secara sistimatis dan paralel pengelolaan kolam renang Muaro, sistim harus diperbaiki dengan dasar kajian yang matang.

Walaupun diglontorkan ratusan juta biaya rehab kolam renang dilakukan, tanpa kelancaran memenuhi kebutuhan pokok berkelanjutan kolom renang tersebut,percayalah tidak akan menuai kemajuan. Keberadaan kolam renang di Muaro Kota Pertemuan merupakan salah satu sektor pemasukan PDA, jangan memandang dari satu sisi politik dagang sapi. Tetapi dampak hadirnya manfaat dan keberlangsungan kolam renang ditengah masyarakat bagian dari suatu kebutuhan jangan sampai terkendala.

Direktur PDAM Tirta Sanjung Buana (TSB) Doni Nofriadi,ST menyatakan siap.Andai kata diberikan amanah pengelolaan kolam renang. Saya akan menjalankan amanah dengan sebaiknya dan selalu koordinasi dengan Badan Pengawas. Jangan sampai kolam renang yang kondisinya cantik nanti sepi tanpa pengunjung karena ada faktor lain yang tidak beres/lancar dalam pengelolaannya, kata Doni Nofriadi.

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Darul Siska menyerahkan bantuan pada relawan Covid-19

Darul Siska Salurkan Bantuan Pangan Tambahan pada Relawan Covid-19

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Drs. H. Darul Siska, ...