Beranda - Headline - Husni Kamil Manik Terbilang Orang Beruntung
Haul ke - 4, Husni Kamil Manik yang digelar GPII Sumbar
Haul ke - 4, Husni Kamil Manik yang digelar GPII Sumbar

Husni Kamil Manik Terbilang Orang Beruntung

Print Friendly, PDF & Email

Sementara, Eka Vidya Putra mengisahkan perjalanan aktivis kemahasiswaan HKM. Dimulai dari momen jadi santri di Islamic Center milik Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumbar, masuk HMI, aktif dikegiatan intra kampus hingga jadi presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di 1998 hingga memasuki dunia kepemiluan.

“HKM terbilang orang beruntung. Dia berada di puncak karir sebagai aktivis mahasiswa, presiden BEM Unand, pada momen peralihan sistem ketatanegaraan kita yang ditandai dengan Reformasi 1998. Saat itu, dia terlibat aktif dalam pergerakan mahasiswa. Ini lah salah satu momentum yang membentuk karakternya dikemudian hari,” nilai Eka Vidya Putra.

Sedangkan Viryan Azis, mengaku, tak begitu dekat almarhum. Dirinya yang saat itu masih komisioner KPU Kalimantan Barat, mengenal HKM sebatas hubungan kerja.



“Saya melihat, almarhum semasa hidupnya pantas dijadikan teladan bagi generasi muda. Beliau sosok yang selalu menjaga moralitas serta berkomitmen dan konsisten. Tak salah, negara menganugerahinya tanda jasa Bintang Penegak Demokrasi Utama,” ungkap Viryan.

Nur Hidayat Sardini (NHS) yang baru bergabung setelah satu setengah jam webinar berlangsung mengungkapkan, HKM selama memimpin KPU bukannya tanpa teguran dari DKPP. Karena teguran demi teguran terus dilahirkan DKPP terhadap KPU, HKM akhirnya sampai pada titik gerah juga.



Pada satu kesempatan, terang NHS, almarhum mengatakan dengan nada tegas, “Kami tak bisa bekerja dengan tenang, jika KPU terlalu banyak mendapat teguran dari DKPP. Jika besok-besok saya dapat teguran lagi, saya mundur dari KPU. Tak elok bagi nama baik lembaga, jika pimpinannya banyak dapat teguran DKPP.”

Pernyataan HKM inilah, ungkap NHS, yang kemudian jadi latar belakang terbitnya buku yang dieditorinya, berjudul “Mengeluarkan Pemilu dari Lorong Gelap, Mengenang Husni Kamil Manik 1975-2016.” Buku setebal 734 halaman itu terdiri atas 6 bagian, 12 bab dan ditulis 117 penulis.

“Haul keempat ini, merupakan momentum yang tepat untuk menerbitkan edisi kedua dari buku Mengeluarkan Pemilu dari Lorong Gelap itu. Karena, masih banyak rekam jejak almarhum yang belum terungkap ke publik. Dimana, rekam jejak itu pantas diteladani anak-anak muda kita yang akan jadi generasi penerus bangsa,” ungkap NHS dalam haul virtual yang diikuti sekitar 150 partisipan dari ujung Aceh hingga Papua itu. (rel)

Tip & Trik

loading…


<<< Sebelumnya :  Husni Kamil Manik, Kedepankan Moral dan Integritas



Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dua Ranperda Usul Prakarsa DPRD Sumbar Masuk Propemperda Provinsi Sumbar tahun 2020

Spiritsumbar.com, Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat paripurna penetapan ...