Sabtu , 18 September 2021
Depan - Sumbar - Agam - Harimau Terkam Kerbau Warga di Cibadak Lilin Matur

Harimau Terkam Kerbau Warga di Cibadak Lilin Matur

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Agam – Matur digemparkan dengan adanya satu induk kerbau milik warga Sawah Liek Aia Rangek Jorong Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur ditemukan dalam keadaan mati menganaskan Senin (8/3/2021). Kejadian yang menggemparkan warga tersebut diduga dimangsa oleh seekor harimau.

Terkait masalah ini, Wali Jorong Cubadak Lilin, Taufik membenarkan bahwa ada ternak milik warganya yang diduga mati diterkam seekor harimau. Di perkirakan kejadian itu terjadi Selasa (9/3/2021), sekira pukul 17.00 WIB katanya.

Warga melapor ada satu induk kerbau mati diduga dimangsa seekor harimau. Sementara dua anak kerbau lainnya didapati dalam keadaan luka-luka paparnya Selasa (9/3/2021) pada wartawan.



Sementara itu, Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra mengatakan bahwa pihaknya juga mendapatkan laporan dari warga bahwa ada satwa liar yang diduga harimau memangsa ternak milik warga. Yang mana laporan itu diterima Resor RKW II Agam kira kira pukul 20.00 WIB Selasa (9/3/2021) paparnya.

Setelah mendapat laporan itu, hari ini pihaknya bersama wali jorong dan masyarakat setempat langsung menyisiri sekitaran tempat kejadian guna melakukan identifikasi lebih lanjut di lapangan.

Lebih lanjut dia sampaikan bahwa dari hasil indentifikasi, diketahui lokasi kejadian terletak di Sawah Liek Aia Rangek, Jorong Cubadak Lilin yang berada di luar kawasan hutan Cagar Alam (CA). Jarak ke kawasan CA lebih kurang 2,5 Km dan Hutan Produksi 1,25 Km tambah Ade.

Dari hasil indentifikasi di lapangan, pihaknya juga membenarkan bahwa adanya tanda-tanda keberadaan harimau di lokasi kejadian. Kita juga menemukan jejak harimau di dekat aliran sungai dan celah masuk hutan.

Di lapangan pihaknya menemukan jejak atau tanda-tanda yang ada memang harimau dan jejak terakhir yang ditemukan berada dekat aliran anak sungai dan jalan masuk hutan, dugaan sementara satwa tersebut sudah bergeser ke dalam hutan terang Ade.

Menurutnya bahwa keterangan warga, di lokasi kejadian hewan ternak memang biasanya dilepas oleh masyarakat.Jumlah ternak jenis kerbau di lokasi itu berkisar 20 ekor. Masyarakat yang mempunyai ternak ada sekitar 10 orang ungkap Ade menjelaskan. (rman Na’im)

Tip & Trik

loading…


 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Supardi bersama 4 Remaja Parlemen asal Sumbar

Supardi Beri Dukungan, 4 Siswa Sumbar Ikut Parlemen Remaja

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Supardi dukung ...