Beranda - Berita Pilihan - Hari Santri, PWNU Sumbar Hadirkan Cak Imin dan Maidir Harun

Hari Santri, PWNU Sumbar Hadirkan Cak Imin dan Maidir Harun

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Memeriahkan Hari Santri yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober setiap tahunnya, Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Diskusi Publik dalam bentuk webinar akbar.

Diskusi daring yang bertajuk “Peran dan Peluang Santri Milenial di era Teknologi Industri 4.0” ini, menghadirkan Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin dan mantan Rektor UIN IB dua periode Prof. Dr. Maidir Harun, MA sebagai narasumber.

Ketua Tanfidziyah PWNU Sumbar Prof. Ganefri, Ph.D, kepada media, Senin (19/10/2020) menjelaskan, masyarakat Indonesia dan juga dunia saat ini sedang berada di era revolusi industri 4.0. Hal tersebut berimbas kepada sejumlah perubahan. Fase literasi juga mengalami perubahan yang demikian cepat. Kalau awalnya ditunjukkan dengan budaya lisan, berubah menjadi tradisi tulis tangan kemudian berubah lagi menjadi tulisan cetak dan sekarang menghadapi tulisan digital berbasis online.



“Dengan perkembangan teknologi ini tidak menutup kemungkinan para santri untuk ambil bagian. Santri harus memiliki peran penting di era teknologi 4.0 ini agar bisa meredam dampak penguasaan medsos sehingga sosial media dapat dijadikan sebagai tempat adu gagasan guna menyatukan persepsi. Jangan jadikan sebagai tempat saling hujat, mengejek satu sama lain atau merendahkan sesama manusia,” ungkap Prof. Ganefri yang juga Rektor Universitas Negeri Padang (UNP).

Bagaimanapun, lanjut Prof. Ganefri santri harus menjaga etika serta tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai muslim yang berakhlaqul khorimah. Sehingga ada bedanya antara santri dan bukan, khususnya dalam bermedia sosial.

“Tidak bisa tidak. Di tengah revolusi gelombang keempat (4.0), santri harus kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap nilai-nilai baru yang baik sekaligus teguh menjaga tradisi dan nilai-nilai lama yang baik,” ujarnya.

Ditambahkan Prof. Ganefri, yang didampingi Sekretaris PWNU Sumbar H. Sulaiman Tanjung, tahun 2030 Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Dimana jumlah penduduk usia produktif, usia 15-64 tahun, lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif, diatas 65 tahun. Nah, di era ini, peranan santri sangat penting, jika tidak, santri hanya akan menjadi penonton dalam setiap perkembangan yang terjadi.

“Karena itu kita berharap, dengan webinar ini dapat memberi pencerahan pada para santri dalam meningkatkan inovasi dan kreativitas agar tidak tenggelam di era milenial ini. Teknologi akan selalu berkembang, santri jangan sampai tergerus oleh kemajuan zaman,” pungkas Prof. Ganefri.

Ditambahkan Sulaiman Tanjung, bagi masyarakat yang berminat mengikuti webinar yang diketuai oleh H. Ahmad Wira, M.Si, MA, Ph.D, bisa melalui zoom meeting dengan ID: 990 1077 5223 serta passcode: 381550.

“Kita memperkirakan webinar ini akan diikuti lebih 1.000 peserta dari pimpinan pondok pesantren, para santri dan pengurus PCNU se-Sumbar. Termasuk warga nahdiyin dan juga terbuka untuk umum,” ujar Sulaiman. (rel)

Tip & Trik

loading…


 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

paket pekerjaan Preservasi Jalan Nasional Padang Sawah – Batas Sumut

Jalan Nasional Padang Sawah – Batas Sumut Masih butuh Duplikat Jembatan

SPIRITSUMBAR.COM, Pasaman Barat – Jalan Nasional di Kabupaten Pasaman Barat di tahun anggaran 2020 melalui ...