Sabtu , 18 September 2021
Depan - Headline - Handi Hamdhan di Kartu Merah, Semen Padang Hanya Bisa Pasrah
Persela vs Semen Padang di Stadion Gajayana Malang (foto indonesiasc - Spirit Sumbar)
Persela vs Semen Padang di Stadion Gajayana Malang (foto indonesiasc - Spirit Sumbar)

Handi Hamdhan di Kartu Merah, Semen Padang Hanya Bisa Pasrah

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Nasib sial betul-betul dirasakan para punggawa Semen Padang dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Bermain tandang menghadapi Persela Lamongan, Semen Padang berpeluang besar mencuri poin penuh di stadion Gajayana, Malang,  Sabtu, 8/10/2016. Namun, nasib berkata lain, kartu merah yang diterima Hamdi Hamdhan telah merusak segalanya.

Baru saja pluit kick off ditiup wasit, Semen Padang langsung menggasak Beberapa peluang langsung tercipta. Bahkan, Persela terpaksa memakai pola parkir bus menahan gempuran anak asuh Nil Maizar. Hampir semua anak asuh Aji Santoso ini berada pada pertahanan sendiri menahan gelombang serangan yang diperagakan Marcel Sacramento, M. Nur Iskandar, Irsyad Maulana dan Lee Kil Hoon.

Hasilnya, baru 10 menit pertandingan berlangsung, pemain anyar Semen Padang asal Korea, Lee Kil Hoon berhasil melepaskan tendangan terarah. Beruntung, gawang Persela yang dikawalDwi Kuswanto berada Pada posisi tepat. Sehingga bola berhasil dia tepis yang menghasilkan bola rebound, namun gagal dimanfaatkan penyerang Semen Padang lainnya dengan baik.

Menit ke 27 Irsyad Maulana kembali nyaris memecahkan kebuntuan. Sayang tendangannya membentur tiang gawang.  Bahkan,  bola rebound juga gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Marcel Sacramento. Tendangan pemain asal Brasil ini justru mengalir ke kanan gawang yang dikawal Dwi Kuswanto.

Gol kembali nyaris tercipta dari kaki Rudi pada menit 30. Namun bola berhasil ditangkap dengan baik oleh penjaga gawang Persela, Dwi Kuswanto.

Sisa 10 menit babak pertama Persela mulai keluar dari tekanan. Bahkan, Hedipo Gustavo nyaris menggetarkan gawang Semen Padang yang dikawal Rivki Mokodompit menit ke 37. Tekanan demi terus dilakukan Persela pada detik-detik babak pertama usai ini. Namun, Aplaus pantas diberikan pada penjaga gawang Semen Padang, Rivki yang mampu menahan gempuran dari segala penjuru.

Pada menit 39 pandangan aneh akhirnya terjadi juga. Marcel berhasil lepas dari jebakan offside yang dipasang pemain belakang Persela. Begitu M. Nur Iskandar melakukan shooting, Marcel langsung berlari mengikuti arah bola dan nyaris menghasilkan gol.

Anehnya wasit Agus Fauzan Arifin yang dipercaya memimpin pertandingan menganggap pemain asal Brasil ini dalam posisi offside.  Padahal dari tayangan ulang sangat jelas, posisi Marcel masih dibelakang pemain bertahan Persela. Marcel berlari ketika bola sudah mengalir di udara.

Dua, menit menjelang jeda,  Hedipo Gustavo nyaris menciptakan gol, menit 42. namun berkat cemerlangnya penampilan Rivki, lagi-lagi  bola berhasil ditepis dengan sempurna. Sampai babak pertama berakhir, belum satupun gol tercipta oleh kedua tim.

Memasuki babak kedua, Semen Padang langsung dihadang petaka. Adalah Handi Ramdhan, diusir wasit, lantaran menerima kartu kuning yang kedua. Wasit Agus Fauzan Arifin mengeluarkan kartu, lantaran pemain asal Bandung ini dainggap melanggar Hedipo Gustavo dengan keras.

Sebelumnya, pada babak pertama Handi juga telah menerima kartu kuning, lantaran menekel Dendy Sulistiawan.

Bermain dengan 10 pemain, penampilan Semen Padang betul-betul berantakan. Bahkan, tim Kabau Sirah hanya bisa sekali kali melakukan serangan balik. Pelatih Nil Maizar berupaya untuk mengimbangi dengan memasukkan tenaga baru, Riko Simanjuntak, Vendry Mofu

Harapan kemenangan yang nyaris didapat, lantaran permainan apik dibabak pertama hanya tinggal kenangan. Beruntung, para penyerang Persela tidak mampu mengkonversi gol dari serangan beruntun yang telah dilakukan. Selain itu, cemerlangnya penampilan Rivki dibawah mistar gawang, membuat para penyerang persela seperti patah arang. Sampai pertandingan berakhir, kedudukan tidak berubah 0-0 untuk kedua tim.

DATUAK

versi cetak di The Public Edisi 36

Cover The Public Edisi 32 (Selalu Hadir Setiap Senin)
Cover The Public Edisi 32 (Selalu Hadir Setiap Senin)

 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Supardi bersama 4 Remaja Parlemen asal Sumbar

Supardi Beri Dukungan, 4 Siswa Sumbar Ikut Parlemen Remaja

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Supardi dukung ...