Beranda - Headline - Hadapi Myanmar, Timnas Wanita Bakal Mati Matian
Timnas Wanita Indonesia
Timnas Wanita Indonesia

Hadapi Myanmar, Timnas Wanita Bakal Mati Matian

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Tim Nasional Wanita Indonesia bertekad berjuang maksimal demi meraih poin melawan Myanmar di Stadion Mandalar Thiri Stadium, Mandalay, Sabtu (6/4) malam ini. Duel lanjutan Grup A kualifikasi kedua Olimpiade 2020 akan berlangsung menarik karena kedua tim mengincar kemenangan.

“Kami bertekad meraih kemenangan, meski kami tahu Myanmar tim yang kuat dan bermain di kandang sendiri. Anak-anak akan berjuang maksimal, karena kami wajib menang agar peluang lolos ke Olimpiade 2020 masih terbuka,” kata pelatih Timnas Wanita, Rully Nere

Skuat Garuda Pertiwi pada laga perdana mengalami kekalahan 0-2 dari India. Evaluasi pun sudah dilakukan tim pelatih untuk mengatasi kekurangan yang ada dalam tim. Mayang ZP dan kawan-kawan pun dipoles materi taktik dan strategi selama dua hari latihan.

“Kondisi tim tidak ada masalah, semua pemain siap melawan Myanmar. Pemain harus berjuang keras dan disiplin selama 90 menit pertandingan demi raihan kemenangan,” tambahnya.

Sementara itu, pemain sayap Timnas Wanita, Zahra Muzdalifah mengatakan bahwa pertandingan melawan Myanmar akan berlangsung ketat. Ia pun berusaha memperbaiki diri dari penampilan pertama. Saya yakin kami mengalami peningkatan.

“Kekalahan 6-1 di Piala AFF Wanita tahun 2018 lalu menjadi pelajaran, dan kami akan memberikan perlawanan sengit. Mereka memang tim bagus, tapi kami tidak menginginkan itu terulang lagi,” lkata Zahra.

Hal senada diungkapkan Riska Juliani. Penjaga gawang Timnas Wanita ini menyadari Myanmar mempunyai barisan penyerang berbahaya. Mereka tampil bagus ketika mengalahkan Nepal 3-1 di laga perdana.

“Saya belum pernah menghadapi Myanmar, tapi saya sama sekali tidak gentar. Saya lihat pemain nomor 7 [Win Theingi Tun] sangat berbahaya. Saya akan berusaha memperlihatkan performa terbaik, dan mencegah mereka mencetak gol,” tegas Riska. (Rel)

Tonton Video Kehodupan

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kapolres Sawahlunto Nobatkan BBS Desa Tagok

Spiritsumbar.com, Sawahlunto – Aroma sereh wangi kuat menyengat di Desa Balai Batu Sandaran (BBS) Kota ...