Minggu , 26 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Guru yang Reflektif
Sukirman
Sukirman

Guru yang Reflektif

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Sukirman (Widyaisawara Madya LPMP Sumbar)

Salah satu cara yang dapat membantu guru untuk meningkatkan profesionalismenya adalah adalah dengan proses berpikir reflektif.

Melalui berpikir reflektif membuat seseorang menjadi yakin atau tidak yakin terhadap penyelesaian masalah. Hal ini akan membuat dirinya berusaha untuk melakukan penyelidikan berulang-ulang sampai menemukan penyelesaiannya (Suharna, 2018).

Refleksi biasanya dimulai ketika kita berhenti sejenak untuk ‘berpikir kembali’ setelah hal yang tak terduga atau yang luar biasa telah terjadi. Hal tersebut membuat kita bertanya “Mengapa hal tersebut harus terjadi dengan demikian?” atau “Mampukah saya merespon kejadian tersebut dengan berbeda?”

Pernyataan ini didukung oleh pendapat Anwar (2018) yang mengatakan bahwa refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa yang sudah dilakukan pada masa lalu.

Melalui pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu guru untuk memikirikan kembali mengenai kejadian yang telah terjadi. Dari kejadian tersebut akan membantu guru untuk mengubah cara berpikirnya yang akan mempengaruhi dirinya dalam mengambil sebuah solusi sebagai langkah perbaikan untuk tindakan selanjutnya.

Suharna (2018) mengatakan bahwa ada dua peran guru dalam berpikir reflektif. Pertama, guru harus menjadi pengamat siswa di kelas dengan mengetahui semua kondisi yang bisa membuat kondisi lebih baik atau buruk.

Kedua, guru harus mengetahui cara pengorganisasian lingkungan untuk mendukung suasana belajar siswa. Dengan mengetahui apa yang terbaik bagi siswanya, guru yang reflektif dapat meningkatkan profesionalismenya.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa guru yang reflektif adalah guru yang selalu menguji reaksinya dan tindakannya terhadap siswa. Hal ini bertujuan untuk memahami siswa dengan lebih dekat melalui aktivitas dalam lingkungan sekolah, mendiskusikan dan membaca buku-buku untuk meningkatkan profesionalismenya.

Guru yang reflektif adalah guru yang mampu menggunakan penilaian hasil belajar untuk meningkatkan kualitas mengajarnya serta mengetahui kapan strategi mengajarnya kurang optimal sehingga dapat membantu siswa mencapai keberhasilan belajar (Imawanty & Fransiska 2019).

Pendapat lain mengatakan bahwa guru reflektif adalah guru yang kritis memeriksa praktik mereka, menghasilkan ide-ide baru mengenai cara meningkatkan kinerja mereka yang akan mempengaruhi pembelajaran siswa dan mempraktikkan ide- ide tersebut.

Oleh karena itu, guru yang reflektif adalah guru yang mau belajar untuk selalu mau memperbaiki kekurangannya dalam mengajar, menemukan ide-ide baru untuk mencari solusi yang tepat dari kekurangannya dan merealisasikannya guna membantu siswa dalam mencapai kerberhasilan belajar.

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Novrianto

Ughang Piaman di Padang Cari Pemimpin

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Ughang Piaman di Kota Padang sambuah alah banyak e. Nah untuk menguatkan ...