Beranda - Pendidikan - Artikel - Guru Harus Fokus
Harnieti
Harnieti

Guru Harus Fokus

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Harnieti ( Kepala UPTD SMPN 1 Kec. Luak )

Guru adalah tenaga profesional yang memiliki tugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan. Disamping mengajar, guru juga diharapkan mampu mendidik dan melatih.

Peran tersebut diharapkan dapat dijalankan oleh guru dengan baik agar terjadi transfer ilmu, peningkatkan keterampilan, pembentukan pola pikir, perubahan sikap ke arah yang lebih baik bagi peserta didik.

Hal itu dapat tercapai apabila guru fokus dalam melaksanakan tugasnya. Fokus dalam arti adanya keseriusan dan kesungguhan yang tampak dari kinerja dan perilaku guru itu sendiri pada saat melaksanakan tugas. Keberhasilan guru juga akan tercermin dari keberhasilan peserta didiknya ketika mengikuti proses dan mencapai tujuan pembelajaran.



Selanjutnya fokus juga dapat diartikan sebagai kemampuan konsentrasi pada suatu objek tanpa terganggu dengan hal lainnya. Artinya satu pekerjaan tidak dilakukan bersamaan dengan pekerjaan yang lainnya dalam waktu yang sama. Begitu juga dalam hal mengajar, guru diharapkan dapat fokus dan tidak melakukan kegiatan lain ketika proses belajar mengajar berlangsung.

Sejalan dengan itu menurut Nugraha (2008), fokus atau konsentrasi adalah sebuah perilaku yang menunjukkan perhatian seseorang pada suatu kegiatan.

Berdasarkan defenisi di atas maka fokus dapat juga diartikan sebagai pemusatan pikiran dan hati, atau adanya ketotalan dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Orang fakus dalam melaksanakan pekerjaannya, biasanya akan dapat berhasil dan sukses dalam pekerjaan tersebut. Sehubungan dengan itu maka totalitas guru dalam mengajar sangat menentukan keberhasilan pembelajaran yang diampunya.

Saat ini, guru dituntut mampu melaksanakan pembelajaranyang mampu mengantrakan peserta didik memiliki kemampuan abad 21. Peserta didik disiapkan memiliki keterampilan 4 C, yaitu critical thingking, creativity, collaboration, communication.

Kemampuan inilah yang diharapkan dapat dimiliki oleh setiap peserta didik, agar ia siap bersaing di masa depan. Dalam pembelajaran peserta didik juga diarahkan mampu memanfaatkan IT. Selain itu juga bagaimana guru mampu mengarahkan peserta didik membangun pengetahuannya sendiri dan dapat bereksplorasi dalam mencari pengetahuan.

Seiring dengan perkembangan zaman, guru tidak dapat lagi memosisikan dirinya sebagai satu-satunya sumber informasi bagi peserta didik. Sebab dengan pesatnya perkembangan tekonologi, maka materi pelajaran yang akan dibahas terlebih dahulu dapat diakses peserta didik melalui internet. Maka selayaknya guru menggeser perannya dari seorang pengajar menjadi fasilitator dan motivator dalam pembelajaran.

Jika dulu mungkin kita mendengar cerita atau mengalami sendiri, bahwa saat belajar peserta didik harus duduk dengan rapi dan melipat tangan di atas meja, kemudian siap mendengarkan penjelasan guru. Saat ini mungkin fenomena seperti itu tidak kita jumpai lagi, guru dituntut menyesuaikan pola pembelajaran dengan karakteristik peserta didik. Menggunakan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sesuai.

Memiliki media dan bahan ajar yang memadai, serta berbagai perangkat pembelajaran lainnya. Agar bisa melaksanakan semua itu maka butuh totalitas guru dalam melaksanakannya, sehingga pembelajaran akan berjalan dengan efektif. Semakin fokus guru dalam mengajar, maka semakin tinggi totalitasnya, dan tingkat keberhasilan peserta didiknya. Dalam hal ini guru dituntut fokus dalam beberapa hal, pertama, fokus dalam melaksanakan pembelajaran. Guru yang fokus dalam melaksanakan pembelajaran dimulai dari keseriusannya dalam merencanakan, melaksanakan dan menilai.

Keseriusan guru dalam merencanakan, tentu dapat dilihat dari kelengkapan dan kualitas perangkat pembelajarannya. Sementara keseriusan guru dalam melaksanakan pembelajaran, akan dapat dilihat dari totalitasnya saat mengajar di kelas, apakah ia melakukan pembelajaran secara totalitas. Tidak melakukan aktivitas lain saat mengajar dan lain sebagainya. Sebab tidak jarang kita dengar ada guru yang sibuk dengan handphone saat mengajar, atau meninggalkan kelas dengan alasan tertentu.

Sementara peserta didik dibiarkan mengerjakan tugas tanpa ada kontrol dari guru. Mungkin banyak fenomena lain yang kita temui saat guru melaksanakan pembelajaran di kelas. selanjutnya totalitas guru dalam menilai dan mengevaluasi pembelajaran juga sangat perlu. Ketika memberikan penilaian terhadap pesreta didik, tentu haruslah berdasarkan data dan informasi yang akurat. Melaksanakan penilaian secara otentik. Selain itu juga mampu mengevaluasi dan melaksanakan tindak lanjut dari pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Jika pada pembelajaran sebelumnya dari hasil refleksi guru belum maksimal, maka guru dapat memperbaiki pada pembelajaran selanjutnya. Contohnya saja, metode atau model pembelajaran yang dipakai sebelumnya belum sesuai, maka untuk selanjutnya guru perlu mengganti dengan metode atau model pembelajaran yang lebih relevan.

Kedua, fokus dalam pembinaan karakter peserta didik. Di samping mengajar, tugas seorang guru juga mendidik. Maka sehubungan dengan hal ini, seorang guru juga dituntut mampu totalitas dalam melakukan pembinaan karakter peserta didik. Pembentukan karakter peserta didik adalah melalui pembiasaan dan contoh teladan yang diberikan oleh guru. Masalah sikap dan karakter yang diharapkan muncul pada setiap peserta didik terdapat dalam KI 1 dan KI 2 untuk setiap mata pelajaran, yang merupakan nurturant effect dalam pembalajaran.

Pengaturan tentang KI dan KD paad setiap mata pelajaran dapat kita pedomani Permendikbud Nomor 37 Tahun 201. Dalam hal ini, setiap guru harus bertanggungjawab dalam mengarahkan sikap peserta didik ke arah yang lebih baik.

Ketiga, fokus dalam peningkatan kualitas pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah merupakan tanggungjawab seluruh warga sekolah. Dalam hal ini guru memegang peranan penting, sebab guru adalah ujung tombak mutu pendidikan di sekolahnya. Artinya baik atau tidaknya mutu pendidikan pada satuan pendidikan tertentu ditentukan oleh mutu gurunya. Guru yang fokus dan memiliki totalitas yang tinggi dalam melaksanakan pembelajaran pasti akan menjadi guru yang bermutu.

Apabila setiap guru mau fokus dalam melaksanakan tugasnya, maka mutu pendidikan di sekolah itu akan baik. Selain itu meningkatkan mutu pendidikan di suatu sekolah butuh kerjasama semua warga sekolah.
Artinya selama berada di sekolah, hati dan pikiran seorang guru betul-betul diarahkan untuk kepentingan sekolah. Tidak melakukan pekerjaan sambilan lainnya seperti berdagang, merumpi, main handphone dan pekerjaan lain yang bisa menyita perhatian dan fokus menjadi berkurang. Semoga setiap guru mampu untuk fokus dan memiliki totalitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas.

Tip & Trik

loading…


 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Hari Santri, PWNU Sumbar Hadirkan Cak Imin dan Maidir Harun

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Memeriahkan Hari Santri yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober setiap tahunnya, Pengurus ...