Jumat , 21 Januari 2022
Depan - Pendidikan - Artikel - Gerak Tanggap SMKN 2 Guguak Hadapi Pembelajaran Daring Semasa Pandemi Covid 19

Gerak Tanggap SMKN 2 Guguak Hadapi Pembelajaran Daring Semasa Pandemi Covid 19

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Deri Nofia (Kepala SMKN 2 Guguak)

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona atau Covid 19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menyebabkan penyakit menular ke manusia.

Virus ini menyerang siapa saja. Mulai dari bayi, anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun. Gejala orang yang terpapar Covid-19 berbeda – beda. Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit.

Gejala yang paling umum: demam, batuk, kelelahan, kehilangan rasa atau bau.

Hal tersebut membuat pemerintah harus melakukan lockdown, atau di Indonesia dikenal PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk menekan penyebaran virus ini. Maka semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan sampai pandemi Covid-19 ini mereda.

Setelah munculnya wabah Covid-19 pemerintah pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Diperkuat dengan terbitnya surat edaran nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Dikenal dengan pembelajarn daring (dalam jaringan).

Pembelajaran daring menurut Hartanto (2016) yaitu pembelajaran yang dilakukan secara online. Menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial.

Tentunya pembelajaran daring ini membutuhkan perangkat pendukung seperti smartphone, tablet atau laptop yang terhubung dengan koneksi internet.

Perangkat ini memiliki kontribusi besar di dunia pendidikan termasuk mencapai tujuan pembelajaran jarak jauh. Media pembelajaran juga tidak kalah penting untuk mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Contohnya kelas virtual pada grup whatsapp, google classroom, edmodo, lms chamillo dan schoology.

Pembelajaran daring ini juga berlaku di SMK N 2 Guguak. Pembelajaran daring yang selama ini dijalankan masih memiliki banyak kekurangan.

Meskipun pembelajaran daring terkadang menyenangkan, tapi masih banyak hal yang menghambat proses pembelajaran. Misalnya, ada siswa yang terlambat masuk ke ruang kelas daring. Ketika guru bertanya mengapa terlambat, siswa menjawab dengan alasan karena “perangkat yang digunakan (smartphone) lemot”.

Menanggapi hal tersebut pihak SMKN 2 Guguak menyediakan smartphone merek advan sebanyak 197 unit, smartphone tersebut diambilkan dari dana BOS kinerja tahun 2019 dan direalisasikan ke siswa tahun ajaran 2020.

Terkait reaslisasi peminjamn smartphone tersebut, siswa yang dipinjamkan benar-benar siswa membutuhkan. Ditinjau dari keluarga yang tidak mampu dan menunjukan SKTM ( surat keterangan tidak mampu ) dari kontor wali Nagari.

Dengan syarat jikalau smartphone tersebut hilang atau pecah harus diganti. Dari dana BOS tersebut salah satunya juga dipergunakan untuk pembelian PC (kompter) “mentah” yang nantinya akan dirakit oleh siswa SMKN 2 Guguak sebagai bahan praktik.

Kemendikbutristek juga memberikan bantuan kuota internet untuk siswa dan guru. Bantuan kuota internet dari dari kemendikbud ini berbeda-beda setiap jenjang pendidikan.Untuk SMA sederajat mendapat 12GB.

Sehingga dari bantuan tersebut proses belajar online yang dilakukan mengunakan metode Luring Method dan Blended Learning berjalan dengan lancar. Metode Luring Method ini metode Luring yang dimaksud pada model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian, pembelajaran dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku.

Metode ini sangat pas buat pelajar yang ada di wilayah zona kuning atau hijau seperti daerah Lima Puluh Kota Ini. SMKN 2 Guguak juga menggunakan metode pembelajaran Blended Learning menggunakan dua pendekatan sekaligus. Dalam artian, metode ini menggunakan sistem daring sekaligus tatap muka melalui video converence.

Jadi, meskipun pelajar dan pengajar melakukan pembelajaran dari jarak jauh, keduanya masih bisa berinteraksi satu sama lain.
Kegiatan belajar dari rumah dimasa darurat atau pandemi Covi-19 ini, pada awal tidak dipahami oleh orang tua siswa. Mereka beranggapan seolah-olah suasana darurat ini semua siswa diliburkan.

Namun seiring berjalanya waktu setelah terkomunikasikan secara baik dengan orang tua siswa, mereka baru memahami bahwa dalam suasana pandemi Covid-19 pembelajaran tetap berjalan namun belajar dari rumah. Orang tua siswa juga sangat bersyukur dengan adanya kegiatan belajar dari rumah karena mereka beralasan bahwa dengan adanya kegiatan belajar dari rumah secara online anak-anak mereka memanfaat HP untuk kepentingan pembelajaran bukan hanya untuk main game atau hal lain yang tidak penting.

Sementara itu para guru berpendapat bahwa pembelajaran online dari rumah semakin memacu para guru untuk menguasai IT karena trend pembelajaran dan penilaian saat ini sudah berbasis online.

Profil Saribulih

Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Aparat kepolisian dan jasa raharja mengunjungi korban tabrakan beruntun di Dharmasraya

Korban Tabrakan Beruntun di Dharmasraya Terima Santunan Jasa Raharja

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Jasa Rahaja Perwakilan Solok memberikan santuan kepada pihak keluarga korban yang mengalami ...