Beranda - Berita Pilihan - Gelar Razia, Tim Gabungan dan Pemuda Sungai Kambut Amankan Puluhan Pekerja Kafe.
Puluhan pekerja kafe yang umumnya datang dari Pulau Jawa diamankan tim gabungan (foto eko - spirit sumbar)
Puluhan pekerja kafe yang umumnya datang dari Pulau Jawa diamankan tim gabungan (foto eko - spirit sumbar)

Gelar Razia, Tim Gabungan dan Pemuda Sungai Kambut Amankan Puluhan Pekerja Kafe.

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Dharmasraya – Tim Gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Dharmasraya, Pemerintahan Nagari Sungai Kambut bersama TNI dan Polri serta puluhan pemuda nagari melakukan penyegelan dan menutup 9 tempat usaha karaoke yang masih nekat beroperasi di wilayah Nagari Sungai Kambut Kecamatan Pulau Punjung.

Razia gabungan dilaksanakan pada Jumat (29/3/2020) hingga Sabtu (28/3/2020) dini hari itu dilakukan lantaran pihak pemilik usaha karaoke tidak mengindahkan himbauan yang sudah diedarkan beberapa hari yang lalu.

Dalam razia tersebut, puluhan pekerja kafe yang umumnya datang dari Pulau Jawa diamankan. “Kegiatan ini upaya sosialisasi agar tidak ada kerumunan sekaligus dalam rangka mencegah penularan penyakit virus Corona (COVID-19),” ujar Wali Nagari Sungai Kambut, Asrial Amri Sabtu (28/3/2020) dini hari

Dalam razia, Asrial Amri juga didampingi Sekretaris Nagari, Tomi Andesra dan Anggota Bamus, dari unsur ninik mamak Sukardi .

Baca dan Simak Video : Kucing Terjebak di Tiang Rumah Kosong



Artikel Lainnya

loading…


Ia menjelaskan bahwa giat kali ini adalah dalam rangka menjalankan maklumat polri dan surat edaran bupati, untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Sebelumnya kita sudah surati ke semua tempat hiburan agar menutup dan tidak ada aktivitas keramaian. “Malam ini kita aksi lanjutan dari surat yang kita kirimkan sebelumnya. Ada sembilan tempat hiburan (karaoke) yang semuanya kita tutup,” tegasnya.

Razia kali ini, pihaknya tidak menemukan tempat hiburan karaoke yang masih dibuka. Tetapi karyawannya masih berada disana, dan semuanya akan pulang kampung besok pagi. “Karyawannya yang ada dibeberapa lokasi berjumlah sekitar 24 orang di tiga kafe. Dan mereka sedang bersiap-siap untuk pulang ke pulau Jawa. Kebanyakan dari Kerawang, Bandung, Linggau dan Medan,” katanya

Ia menegaskan apabila pada Ahad (29/3/2020) masih berada disini, dia bersama masyarakat, pemuda nagari, Satuan Pol PP dan pihak kepolisian akan menindak secara tegas.

Baca : Desakan Makin Kuat, Irwan Prayitno : Lockdown Kebijakan Pusat

Saat ditanya apakah tempat hiburan (karaoke) ini memiliki izin, Asrial menegaskan bahwa selama ini tidak ada izin. “Mereka tidak ada izin, dan pemerintahan daerah kita juga belum ada perda tempat hiburan,” katanya

Ia berharap, dengan adanya penutupan ini kedepannya tidak ada lagi tempat karaoke ilegal yang masih beroperasi di Nagari Sungai Kambut dan Dharmasraya secara umum.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar menjalankan semua himbauan yang disampaikan oleh pihak Kepolisian, Pemerintah terkait upaya pencegahan covid-19 ini. “Semoga kita semua terhindar dari bahaya, dan dilindungi oleh Allah swt. Mari kita perkuat keimanan kita kepada Allah swt dan menjalankan budaya hidup bersih,” pungkasnya

Baca :RSUD Rasidin Padang Jadi Rumah Sakit Khusus Covid-19

Sementara itu, Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Dharmasraya, Akrial menegaskan bahwa giat tim gabungan kali ini untuk menindak tegas semua tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian salah satunya tempat hiburan atau karaoke.

“Malam ini kita tutup semua tempat hiburan atau karaoke yang ada. sebelumnya sudah kita berikan surat maklumat polri dan himbauan dari bupati,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Dharmasraya, Akrial didampingi Sekretaris Pol PP, Syafruddin, dan Wali Nagari Sungai Kambut, Asrial Amri pada Sabtu (28/3/2020).

Ia menjelaskan, pihak Satpol PP Dharmasraya bersama tim gabungan melakukan penyegelan di sembilan kafe karaoke yang ada di Nagari Sungai Kambut tersebut. Dalam razia gabungan ini sekaligus upaya sosialisasi agar tidak ada kerumunan dalam rangka mencegah penularan penyakit virus Corona (COVID-19).

“Saat tim gabungan menyisir semua tempat usaha karaoke, tercatat semuanya sudah ditutup, seperti di Jalan baru SMK, dan Km 6 bahkan karyawannya sudah dipulangkan. Namun ada beberapa kafe yang pekerjanya yang masih tinggal di kafe tersebut karena sedang bersiap-siap pulang kampung,” jelasnya

Meskipun begitu katanya, semua tempat karaoke ini kita pasang tanda ditutup atau penyegelan. Jika masih ada yang membandel akan kita tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. “Jika masih membandel beroperasi, bisa terancam pidana karena membuka paksa dan merusak segel sehingga akan dilaporkan perusakan segel,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan dari pekerja karaoke tersebut, ia telah bekerja selama lebih dari 2 bulan hingga satu tahun. “Saya sudah bekerja sejak 2 bulan yang lalu, dan teman saya yang lain ada yang sudah satu tahun pak,” ujar pekerja Dhamas Cafe, Mila (25)

Baca : Adik Mahasiswa Dharmasraya Pulang dari Bogor Juga Dirujuk ke M. Djamil Padang

Sementara itu, Dani (27) yang biasanya dipanggil Aurora juga mengaku telah bekerja selama satu tahun lebih sebagai make up para pendamping karaoke yang ada di kafe tersebut.

Masih adanya tempat usaha karaoke ilegal yang tetap buka selama ini, sangat disayangkan oleh warga, terlebih saat pemerintah telah mengeluarkan perda tentang larangan adanya tempat hiburan atau karaoke. “Jelas ada perda dan perbup tapi masih ada juga yang membandel untuk membuka kafe karaoke disini. Untung saja ada covid19 ini, jadi semua tempat yang berpotensi maksiat ditutup paksa,” ujar warga Pulau Punjung Ardi (38)

Ia juga beharap agar pemerintah daerah dan semua pihak lebih intens lagi memberikan imbauan agar melakukan pembatasan aktivitas di luar rumah (social distancing). Karena tidak semua masyarakat tahu dengan himbauan yang disebarkan di medsos. “Kalau bisa pemda lebih aktif lagi mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun demi mencegah penularan virus Corona,” pungkasnya

Terpisah, Kapolsek Pulau Punjung, IPTU Syafrinaldi menyebutkan bahwa kegiatan tersebut, bakal dilakukan setiap hari selama 24 jam dengan menerjunkan petugas piket dari jajaran polsek Pulau Punjung. “Kita dari jajaran kepolisian akan terus melakukan sosialisasi himbauan kepada masyarakat, jika nanti ada juga yang membandel, sesuai dengan intruksi kapolri dan izin kapolres akan kita tindak tegas,” pungkasnya (Eko)



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Haul ke - 4, Husni Kamil Manik yang digelar GPII Sumbar

Husni Kamil Manik Terbilang Orang Beruntung

Sementara, Eka Vidya Putra mengisahkan perjalanan aktivis kemahasiswaan HKM. Dimulai dari momen jadi santri di ...