Senin , 28 September 2020
Beranda - Berita Pilihan - Gedung Telkom Pakanbaru Terbakar, Jaring Telkomsel Menghilang

Gedung Telkom Pakanbaru Terbakar, Jaring Telkomsel Menghilang

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Pelanggan Telkomsel panik sejak, Senin (11/8/2020) siang. Malahan, tak sedikit yang kecewa, lantaran sinyal putus total. Baik menelpon, pesan singkat dan internet tidak bisa digunakan.

Tina (37) warga Banuaran malah sampai bolak balik untuk mendapatkan informasi, lantaran smartphone miliknya tidak berfungsi. “Saya menduga, yang rusak itu HP karena setiap menelpon selalu nomor yang dituju sibuk. Padahal, HP masih dalam kondisi baru,” ujarnya, Selasa, (11/8/2020) siang.

Hal sama juga dialami Lona (40) yang selalu gagal berkomunikasi menggunakan jaringan telkomsel. Namun, dia masih sedikit beruntung, lantaran memakai paket internet menggunakan provider lain. “Memang terganggu untuk bertransaksi sejak pukul 13.oo wib, terutama dengan mitra bisnis yang menggunakan produk telkom dan telkomsel. Tapi, masih bisa berkomunikasi dengan mitra lain,” ujar pedagang online ini.



Sementara itu, saat dikonfirmasi pada Telkomsel melalui akun twitter dijelaskan seluruh jaringan daerah Sumbagut, Sumbagteng, dan Aceh mati total. D

“Malam, Kak. Maaf banget ya udah bikin ga nyaman. Apakah kendala yang dimaksud adalah ga ada sinyal? Kalo ya, mimin infoin saat ini sedang ada insiden mengenai jaringan daerah Sumbagut, Sumbagteng, dan Aceh. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, kami upayakan secepatnya kembali normal. Terima kasih tetap setia menggunakan Telkomsel 🙂 -Gumi,” jawabnya.



Tak bisa dipungkiri, menghilangnya sinyal telkomsel sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat.  Malahan, berbagai transaksi yang saat ini, memang tergantung pada jaringan internet mengalami kerugian besar. Tak sedikit dari pemakai produk dari anak perusahaan plat merah ini mengalami kegagalan dalam bertransaksi. (Salih)

Tip & Trik

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pameran Bunga Bonsai Pikat Masyarakat Dharmasraya

SPIRITSUMBAR.COM, Dharmasraya – Untuk melestarikan dan menambah pengasilan di masa pandemi covid 19, Ikatan Pencinta ...