Beranda - Info Terkini - Gangguan Jiwa Tinggi, Agam Kesulitan Biaya

Gangguan Jiwa Tinggi, Agam Kesulitan Biaya

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam, mengalami kesulitan dalam menangani permasalahan pembiayaan pengobatan orang gangguang jiwa yang terlantar.

Hal itu dikatakan Indra Rusli dihadapan Pj Bupati Agam Jefrinal Arifin saat mengunjungi dinas tersebut dengan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Isman Imran, Asisten III Bidang Administrasi Umum Mulyadi, Kepala Dinsosnaker Trans M. Khudri, dan Kabag Humas Agam Syatria.

Indra Rusli menjelaskan, persoalan orang terlantar ini muncul setelah pelaksanaan jaminan kesehatan oleh BPJS harus memakai mekanisme teknologi informasi dengan persyaratan mutlak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). “Namun saja orang terlantar dan gangguan jiwa mana ada tanda identitasnya, sehingga tidak bisa masuk sistem teknologi informasi tersebut,” paparnya.

Masalah ini muncul sejak 2014. “Agam telah banyak mengirim orang gangguan jiwa yang terlantar yang dibiayai Baznas Kabupaten Agam, tapi kalau terusan seperti ini tentu tidak bisa,” ujar Indra.

Berdasarkan laporan dari Indra Rusli, Pj Bupati Agam merespon cepat hal itu dan langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar dan Kepala RSJ untuk mengkoordinasikan soal pembiayaan orang gangguan jiwa yang terlantar.

Dikatakan Jefrinal, berdasarkan hasil pembicaraan tersebut orang gangguan jiwa yang terlantar memang harus diselamatkan dan yang paling penting RSJ tetap menerima orang tersebut dengan rekomendasai dari pemerintah setempat.

Kepala Dinsosnaker Trans Kabupaten Agam M. Khudri, menambahkan, Pemkab Agam akan tetap mengupayakan dan mencari solusi persoalan tersebut. Lalu berkoordinasi dengan pihak Dinkes Provinsi untuk memecahkan persoalan tersebut.

IRMAN NAIM

Lebih Lengkap Baca:

The Public Edisi 11/15-21 Februari 2016

(Beredar Tiap Senin)

Cover The Public Edisi 11/15-21 Februari 2016
Cover The Public Edisi 11/15-21 Februari 2016

 




Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pardi.

Proses dan Implementasi Perencanaan Pendidikan

Oleh : Pardi ( Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Batusangkar ) Dalam hal apapun, perencanaan tentu ...