Jumat , 25 September 2020
Beranda - Pendidikan - Artikel - Gadget, Maju atau Hancur

Gadget, Maju atau Hancur

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Hendra Darma Putra (SDN.05 VI Suku Kota Solok)

Kemajuan teknologi sekarang ini sangat pesat dan semakin canggih. Sangat banyak sekali teknologi canggih yang diciptakan saat ini membuat perubahan yang begitu besar dalam kehidupan manusia diberbagai bidang, aalah satu diantaranya adalah gadget.

Menurut KBBI daring kemendikbud, gadget merupakan sebuah perangkat elektronik yang memiliki fungsi praktis, dengan gadget hidup manusia menjadi lebih dimanjakan. Tidak perlu lagi susah payah ke sana ke mari untuk mencari informasi, hanya dengan menekan fitur-fitur yang ada di gadget segala informasi yang diinginkan akan diperoleh dengan mudah.

Saat ini penggunaan gadget tidak hanya berasal dari kalangan intelektual, pelajar, pekerja saja. Gadget sudah merambah ke semua kalangan termasuk anak-anak sudah memanfaatkan gadget dalam aktivitas yang mereka lakukan setiap hari.

Penggunaan Gadget yang tidak terkontrol akan dapat memberikan dampak negatif yang begitu besar pada nilai-nilai budaya dan pendidikan. Saat ini sebagian besar orang sudah memiliki gadget, bahkan untuk satu orang ada yang memiliki lebih dari satu buah gadget.

Orangtuapun saat ini banyak yang menggunakan Gadget untuk mengasuh anaknya. Asal anaknya tenang dan tidak mengganggu pekerjaannya, gadget dengan begitu mudah diserahkan kepada anak. Anak tidak lagi berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Akhirnya anak akan menjadi orang yang individualis, egois dan tidak bersosialisasi dengan lingkungannya.

Bagi yang kecanduan, penggunaan Gadget Hampir setiap saat digunakan, banyak waktu mereka yang dihabiskan dengan Gadget. Kalau hal ini dilakukan oleh para remaja dan anak-anak dalam mencari hal-hal yang negatif, tentu kita merasa prihatin, mau jadi apa generasi penerus kita untuk masa yang akan datang

Manusia adalah makhluk sosial yang harus berhubungan dengan lingkungan sekitar. Lingkungan ini dimulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Antara satu individu dengan individu lainnya perlu bersosialisasi. Orangtua dengan anak, guru dengan muridnya, begitu juga antara individu dalam masyarakat.

Jika seorang anak sudah memegang gadget, mereka akan lupa dengan waktu. Bahkan tugas-tugas yang sudah menjadi tanggung jawabnyapun sering terabaikan. Komunikasi dengan orangtua mulai berkurang, begitu juga dengan teman-temannya. Apabila hal ini dibiarkan, maka akan meningkatkan rasa ego pada anak.

Ini bukan disebabkan oleh kesalahan anak saja, orangtua juga ambil bagian dalam membentuk karakter anak. Orangtua terlalu membebaskan anak untuk bermain gadget dalam hal yang negative tanpa pengawasan, jangan menyesal dikemudian hari mereka akan menjadi generasi yang tidak berkarakter.

Penggunaan gadget yang sering dilakukan anak, membuat orangtua tidak lagi berperan penting dalam membimbing anak karena sudah tergantikan oleh gadget. Dunia mereka hanya ditemani oleh gadget. Jika seorang anak tidak lagi mendapatkan bimbingan dari orangtuanya, ditakutkan banyak anak-anak yang akan terjerumus dan memiliki masa depan yang suram.

Pada era globalisasi sekarang ini, pengaruh gadget telah menggeser nilai-nilai sosial dalam masyarakat. Ini juga berdampak pada sikap anak, Himbauan orang tua juga tidak dihiraukan. Mereka lebih peduli dengan gadgetnya, ego mereka juga lebih meningkat.

Anak sekarang lebih banyak bermain di rumah bersama gadgetnya daripada bergaul dengan teman sebaya. Hal tersebut dikarenakan mereka beranggagapan bahwa prmainan di gadget tidak menguras tenaga.

Kecanggihan teknologi gadget bisa mengalahkan perhatian anak terhadap orangtua dan begitu pula orangtua lebih mendahului gadget dibandingkan kebutuhan anaknya. Dengan gadget bisa menghancurkan perkembangan hidup kita.

Di dalam penggunaan gadget ini ada hal positif dan negatifnya yang perlu kita perhatikan secara bersama. Hal tersebut tergantung kepada orang yang menggunakan gadget. Bersama gadget kita bisa maju, bersama gadgetpun masa depan kita juga bisa hancur. Silahkan pilih.

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Ini Nomor Urut Paslon Bupati /Wakil Bupati Limapuluh Kota Yang Akan Bertarung di Pilkada 2020

SPIRITSUMBAR.COM, Limapuluh Kota – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Limapuluh Kota gelar rapat pleno terbuka pencabutan ...