Senin , 27 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Gadget Bagi Pelajar, Antara Kebutuhan dan Degradasi Akhlak

Gadget Bagi Pelajar, Antara Kebutuhan dan Degradasi Akhlak

Print Friendly, PDF & Email

Lebih dari itu, anak menjadi candu dengan gadget dan fokus dengan beragam aplikasi yang ada. Hal ini jelas akan menimbulkan kecenderungan dan memiliki sifat anti sosial. Mereka akan sulit beradaptasi dengan lingkungan serta orang sekitar.

Pengaruh gadget juga berdampak terhadap kewajiban terhadap agama. Peserta didik lebih mengutamakan permainan dalam gawai ketimbang panggilan adzan. Kata tunggu dulu, menjadi hal yang jamak didengar dari peserta didik. Selain itu, mereka lebih giat untuk membaca pesan-pesan atau berita-berita media sosial yang cenderung kurang bermanfaat.

Hal lain yang juga menimbulkan kerusakan akhlak dengan membuat status tanpa sadar mengumbar segala perbuatan baik maupun perbuatan buruk kepada khalayak ramai. Gosip dan saling memberikan komentaran tidak pantas untuk orang lain bukanlah hal yang tabu di media sosial.

Kini perbuatan riya, ghibah, dan segala perbuatan tercela dapat dengan mudah dilakukan lewat perantara gadget yang amat luar biasa ini.

Malas adalah efek terrbesar yang ditimbulkan oleh gadget. Meskipun ukurannya amat kecil dan pas digenggaman, namun efek malas yang ditimbulkannya amatlah besar. Sekali saja ada orang yang menyentuhnya pasti orang itu akan meraasa candu dan malah untuk melakukan kewajiban.

Kesimpulannya, gawai akan berpengaruh besar terhadap kehidupan. Termasuk terhadap akhlak manusia. Kecanggihan yang di miliki gawai seringkali di salahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Gawai dijadikan sebagai media untuk mengumbar-umbar segala perbuatan baik yang telah dilakukan. Mengggosipkan suatu hal yang belum tentu benar, mengomentari perbuatan orang lain. Juga, mencari kesalahan-kesalahan orang lain.

Hal ini bukan berarti, tidak boleh memanfaatkan teknologi yang ada. Tapi penggunaan teknologi harus dilakukan sebaik mungkin. Gunakanlah gawai sebagaimana metinya agar bisa bermanfaat untuk kehidupan. Dengan kata lain, jadikanlah gawai untuk hal yang bermanfaat. Dan Jangan sampai jadi korban, lantaran meninggalkan hal yang wajib dan bermanfaat dalam kehidupan.

Selengkapnya >>>

  ➋  ᴀʟʟ

 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

PON XX Papua, Cricket Sumbar Optimis di Sisa Pertandingan Kelas Egthies

Jayapura – Dalam lanjutan PON XX Papua 2021, cabang olahraga Cricket di kelas Egthis, tim ...