Festival Kampung Seni Jadi Agenda Tahunan

oleh

Sementara Ketua Formasta Heri Surya mengatakan, festival yang digelar merupakan budaya masyarakat setempat tempo dulu dan digunakan sebagai hiburan bagi pekerja tambang batubara Ombilin. Yang sangat penting, lanjut Eri Surya, kehadiran festival sekaligus pencanangan Tangsi Baru sebagai Kampung Seni merupakan bentuk dukungan bagi Sawahlunto menuju kota tujuan wisata.

Kampung Seni bisa menjadi destinasi bagi wisatawan untuk datang dan melihat langsung bagaimana kekayaan kesenian yang dimiliki masyarakat Sawahlunto, khususnya Tangsi Baru.

Kawasan Tangsi Baru dulunya merupakan areal pemukiman bagi pekerja tambang yang dikirim oleh Kolonial Belanda dari berbagai daerah di nusantara. Jadi tak heran meski didominasi keturunan Jawa, namun Tangsi Baru memiliki keragaman suku dan budaya. Mereka yang menghuni kawasan Tangsi Baru mulai dari Jawa, Minang, Batak, hingga Papua, termasuk Cina ada di sana.

Dengan keanekaragaman masyarakat Tangsi Baru justru muncul budaya baru, yang ditunjukan dengan adanya bahasa Tangsi.Bahasa Tangsi sendiri, hadir dari percampuran bahasa Jawa, bahasa Minang serta bahasa Indonesia, yang digunakan masyarakat Tangsi untuk berkomunikasi dalam kehariannya.

Menarik dibaca