Minggu , 26 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Fenomena Penjurusan di Kelas X

Fenomena Penjurusan di Kelas X

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Anita Rifda ( Guru BK SMAN 1 Pariaman)

Tahun ajaran baru sebentar lagi akan dimulai, setiap siswa SMP ( Sekolah Menengah Pertama) sederajat akan berlomba-lomba untuk masuk ke sekolah lanjutan favorit yang mereka inginkan. Ketika mereka menginginkan sekolah lanjutan di SMA (Sekolah Menengah Atas), maka mereka akan memilih jurusan yang mereka inginkan.

Sesuai dengan Kurikulum 2013 bahwasannya siswa SMA dijuruskan pada kelas X. Awal siswa mendaftar ke SMA, siswa langsung dites dan diwawancarai tentang bakat dan minatnya sehingga pihak sekolah dapat menjuruskan siswa kepada jurusan yang tepat.

Menurut Psikolog UI Indri Savitri ( dalam artikelnya Pemilihan Jurusan di SMA) mengemukakan bahwa penjurusan siswa di sekolah menengah tidak saja ditentukan oleh kemampuan akademik tetapi juga harus didukung oleh faktor minat, karena karakteristik suatu ilmu menuntut karakteristik yang sama dari yang mempelajarinya.

Tapi kenyataan dilapangan setelah siswa dijurusan berdasarkan bakat minatnya di kelsa X, banyak diantara siswa ketika di kelas XII menjadi galau dalam menentukan jurusan di perguruan tinggi. Banyak diantaranya datang berkonsultasi kepada guru BK ingin lintas jurusan di pergurusan tinggi.

Berikut data statistik yang menunjukan siswa yang melakukan lintas jurusan dari beberapa universitas favorit di Indonesia.
(http://halokampus.com/snmptn/statistik-lintas-jurusan-snmptn)
Statistik Lintas Jurusan SNMPTN UI
Jumlah anak IPA yang diterima di semua jurusan Sosial dan hukum ( Soshum) UI 2012-2015
Tahun Jumlah Anak IPA Jumlah Kuota Jurusan Soshum Persentase
2015 160 1086 14.73%
2014 161 905 17.79%
2013 226 1172 19.28%
2012 125 931 13.43%

Secara umum, persentase jumlah anak IPA yang diterima di jurusan soshum UI berkisar antara 13-20% dari total penerimaan. Secara umum persentasenya stabil selama empat tahun tersebut.

Statistik Lintas Jurusan SNMPTN UGM
Tahun Jumlah Anak IPA Jumlah Kuota Jurusan Soshum Persentase
2015 272 993 27.39%
2014 245 923 26.54%
2013 321 974 32.96%
2012 171 976 17.52%

Persentase penerimaan anak IPA di jurusan soshum UGM cukup rendah apabila dibandingkan dengan tahun-tahun setelahnya. Tahun 2012 dulu merupakan tahun SNMPTN pertama. Setelah itu persentasenya cenderung stabil antara 25-33%.

Dengan persentase tersebut, bisa dibilang bahwa satu dari empat sampai satu dari tiga anak soshum UGM yang diterima melalui SNMPTN berasal dari jurusan IPA.

Statistik Lintas Jurusan SNMPTN UNPAD
Tahun Jumlah Anak IPA Jumlah Kuota Jurusan Soshum Persentase
2015 0 1475 0.00%
2014 0 1205 0.00%
2013 514 1814 28.34%
2012 0 266 0.00%

Berdasarkan data di atas, cuma tahun 2013 UNPAD menerima siswa IPA di kelompok jurusan soshumnya..
Statistik Lintas Jurusan SNMPTN UB
Tahun Jumlah Anak IPA Jumlah Kuota Jurusan Soshum Persentase
2015 7 2081 0.34%
2014 1 2116 0.05%
2013 8 2218 0.36%
2012 0 885 0.00%

Berdasarkan data di atas, sebenarnya UB menerima anak IPA di jurusan soshum, tapi persentasenya kecil banget gak pernah sampai 1% dari total siswa yang diterima soshum.
Statistik Lintas Jurusan SNMPTN UNAIR
Tahun Jumlah Anak IPA Jumlah Kuota Jurusan Soshum Persentase
2015 481 1365 35.24%
2014 525 1345 39.03%
2013 443 1375 32.22%
2012 179 1036 17.28%

Persentase anak IPA yang diterima di SNMPTN Unair mirip dengan UGM. Di tahun 2012 relatif rendah, namun tahun setelahnya cukup tinggi, malah lebih tinggi dari UGM, berkisar antara 32-40%.

Statistik Lintas Jurusan SNMPTN UNDIP
Tahun Jumlah Anak IPA Jumlah Kuota Jurusan Soshum Persentase
2015 110 1195 9.21%
2014 191 1303 14.66%
2013 295 1596 18.48%
2012 11 446 2.47%

Berdasarkan data di atas, persentase penerimaan siswa IPA di SNMPTN Undip cenderung TIDAK stabil. Di tahun 2012 cuma menerima 2% lalu naik sampai 18%, lalu di tahun 2015 turun menjadi 9%.

Dari data yang telah terpapar diatas terlihat jelas bahwa, banyak diantara siswa yang awalnya memilih jurusan IPA, setelah mau masuk keperguruan tinggi lintas jurusan ke IPS. Jadi… perlukah penjurusan dilakukan kelas X ?

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Novrianto

Ughang Piaman di Padang Cari Pemimpin

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Ughang Piaman di Kota Padang sambuah alah banyak e. Nah untuk menguatkan ...