Jumat , 25 September 2020
Beranda - Headline - Fadly Amran dan JPS : Sumbar Butuh Pemimpin Bersahaja

Fadly Amran dan JPS : Sumbar Butuh Pemimpin Bersahaja

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang Panjang – Jaringan Pemred Sumbar (JPS) terlibat serius tapi santai (Sersan) dengan Walikota Padang Panjang, Ketua KNPI Sumbar Fadly Amran di ruang pertemuan Balaikota Padang Panjang.

“Hadir dalam rangka menggali soal pemimpin Sumbar kedepan, bagaimana menurut Fadly Amran dikenal tokoh milenial Sumbar, ini yang membuat kita berdialog dengan Pak Wali,”ujar Kordinator JPS yang juga Pemred Harian Padeks Heri Sugiarto, Rabu 22/1/2020.



Fadly bersama dua anggota Majelis Percepatan Daerah Azre dan Defika dan Suheri dari Kominfo Padang Panjang.
Artikel Lainnya

loading…


“Bertemu Pemred seperti penyampaian visi dan misi rasonyo (rasanya),”ujar Fadly berseloroh.

Sumbar kedepan tidak selesai dengan visi dan misi calon pemimpin saja apalagi berkulintin pintin dengan banyak kepentingan.

“Sumbar butuh pemimpin yang tegas sekalipun karena itu tidak populis. Kondisi Sumbar sekarang dan kedepan harus punya pemimpin yang berani mendobrak sekat-sekat toleransi dan sagan manyagan selama ini,”ujar Fadly.

Terus pemimpin berani menolak kontrkator note bene kawannya minta proyek.

“Apa juga lagi jadi pemimpin itu tidak mencari kaya tapi pengorbanan dari si pemimpin, itu kata Agus Salim yang ambo raso sangat mewabah di kalangan milenial selama ini,”ujar Fadly.

Terus dari sisi sebagai Ketua KNPI Sunbar, Fadly masih optimis potensi pemuda Sumbar masih berpeluang merebut keunggulan di Indonesia.

“Pemuda Sumbar itu punya keuntungan lahir di tanah yang pernah melahirkan pemimpin besar dan terkenal.sebagai negeri ungguo sumber daya manusia, kalau Gubernur Sumbar menangkap modal ini untuk lahirkan pemuda yang selalu tacilak dna brlian di pentas nasional,”ujar Fadly. (Salih /Rel )



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Ini Nomor Urut Paslon Bupati /Wakil Bupati Limapuluh Kota Yang Akan Bertarung di Pilkada 2020

SPIRITSUMBAR.COM, Limapuluh Kota – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Limapuluh Kota gelar rapat pleno terbuka pencabutan ...