Kamis , 23 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Emnu Azamri : Mereka Bukan Kader Aktif
Emnu Azamri

Emnu Azamri : Mereka Bukan Kader Aktif

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Mosi tak percaya yang digelar dengan unjuk rasa oleh beberapa kader Partai Gerindra Kota Padang, Selasa (15/12) mendapat perhatian oleh kader lain. Para kader yang diamanahkan sebagai wakil rakyat mengaku sangat prihatin dengan kisruh yang terjadi.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Padang, Emnu Azamri yang melakukan unjukrasa itu tidak semuanya pengurus atau kader dari partai. Malahan, dia menuding ada diantara mereka orang-orang yang tidak mengurusi partai, artinya mereka tidak aktif. Namun, ia mengaku kalau para pelaku unjukrasa itu juga pernah turut hadir saat rapat jika digelar. “Mereka memang ikut rapat kalau dihelat, akan tetapi mereka tidak pernah angkat bicara,” tukas Emnu.

Menyikapi tuntutan itu, Emnu menyampaikan, dari beberapa tuntutan mereka itu tidak masuk akal. Seperti masalah keuangan yang tidak transparan, kata mereka. Di mana letaknya, ia menilai yang bermasalah ada keuangan, tapi tiba-tiba yang dipencet atau dituntut adalah ketua seharusnya itu adalah bendahara, dan itu adalah Erisman. “Bendahara partai kan Erisman, kenapa bukan dia yang dituntut mundur,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPC Gerindra Kota Padang Afrizal diusik oleh puluhan massa yang mengaku dari delapan pimpinan anak cabang (PAC) Partai Kota Padang. Para pengunjukrasa mendesak DPD Gerindra Sumbar untuk mencopot jabatan Afrizal selaku ketua partai. Mosi itu mereka sampaikan saat menggelar unjuk rasa di depan halaman kantor DPD Gerindra Sumbar, Koto Marapak, Selasa (15/12).

Kordinator aksi yang juga Ketua PAC Kecamatan Koto Tangah, Jack Khaidir, lantaran Ketua DPC Afrizal tidak dapat menyelesaikan kisruh yang terjadi di internal partai. Termasuk, tidak transparannya pengelolaan keuangan DPC Partai Gerinda Padang.

Dia juga menuding, Afrizal gagal menjalankan organisasi dengan baik. Ini dibuktikan, banyak terjadi pemecatan terhadap pengurus partai yang tidak seirama dengan visinya. “Oleh karena itu delapan PAC yakni Kototangah, Bungus Telukkabung, Kuranji, Padang Barat, Pauh, Padang Utara, Padang Selatan dan Lubukkilangan mendesak DPD Gerindra Sumbar mengganti Afrizal sebagai ketua. Ini merupakan harga mati, ” kata Jack, saat aksi.

Sambungnya lagi, dengan tetap adanya kisruh internal dan tidak segera disikapi, kemungkinan berdampak pada Pileg tahun 2019 yang akan datang, dan sudah barang tentu akan mengalami kemunduran.

Anggota Fraksi Gerindra lainnya Delma Putra berpandangan berbeda, ia hanya menyarankan agar persoalan ini untuk dapat ditampung oleh DPD Partai Gerindra Sumbar. Sehingga kisruh yang membuat jelek nama partai, dapat terselematkan. Karena selama ini Partai Gerindra telah melekat di hati masyarakat Sumbar. “Kita berharap DPD dapat mengambil sikap tepat dan tegas,” ungkapnya.

PALIMO

Baca juga: Fraksi Gerindra DPRD Padang Sesali Kisruh Kader

Baca juga: Merasa Terusik, Pekat IB Sumbar Minta Klarifikasi Gerindra

Lebih lengkap, Baca:

The Public Edisi 05/Th. III/ 07 - 14 Desember 2015 (Terbit Tiap Senin)
The Public Edisi 05/Th. III/
07 – 14 Desember 2015
(Terbit Tiap Senin)

 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bertekad Tetap Informatif, Pessel Gelar Bimtek Pemeringkatan untuk PPID Pembantu

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Agenda besar tahunan yang dilakukan oleh PPID Utama Kabupaten Pesisir Selatan (Kab.Pessel) ...