Beranda - Berita Pilihan - Ekonomi Dimasa Pandemi Covid-19, Permintaan Kredit Pebankan Melemah
Dona Pengusaha Songket
Dona Pengusaha Songket

Ekonomi Dimasa Pandemi Covid-19, Permintaan Kredit Pebankan Melemah

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.COM, Jakarta – Pandemi Covid-19, telah menyebabkan makin turunnya minat nasabah bank terhadap kredit. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kredit perbankan per Agustus 2020 yang menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) cuma 1,04 persen.

Uniknya, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan tumbuh lebih tinggi yakni sebesar 11,64 persen secara year on year (yoy). Angka ini, lebih baik ketimbang periode Juli 2020 yang hanya tumbuh 8,53 persen secara tahunan.

Sebagaimana dilansir Kontan.co.id beberapa bankir menjelaskan, peningkatan DPK memang tinggi. Selain karena tren menabung yang tinggi di tengah pandemi, hal ini juga disebabkan minimnya permintaan kredit. Walhasil, secara suplai pendanaan alias likuiditas saat ini bisa dikatakan ada di level paling longgar.



PT Bank CIMB Niaga Tbk misalnya yang mencatatkan DPK Rp 203,98 triliun per Juli 2020, naik 18,51 persen dari periode sama setahun lalu yang sebesar Rp 172,12 triliun.

Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan menyebutkan, mayoritas penopang pertumbuhan tersebut tak terlepas dari kenaikan dana murah (CASA) yang juga sebesar 18 persen. Namun, pertumbuhan deposito cenderung melambat karena CIMB Niaga lebih fokus menjaring dana murah.

“Secara total, DPK kami tumbuh positif. Nasabah mungkin lebih nyaman ke tabungan daripada deposito karena lebih fleksibel dan banyak fasilitas lewat mobile banking,” jelasnya sebagaimana dilansir Kontan.co.id, Kamis (24/9/2020).

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) pun menyerukan hal senada. Walau tidak sederas industri, menurut Direktur Bank BTN Jasmin, per Agustus 2020 DPK BTN sudah naik 6,5 persen. Pertumbuhan itu didominasi dana murah yakni giro sebesar 15,5 persen yoy.

Malah bila dirinci, dari Juni 2020 ke bulan Agustus 2020 ada peningkatan cukup tinggi sekitar 9 persen dari Rp 226,32 triliun menjadi Rp 246,53 triliun. “Tren DPK di bulan September 2020 diperkirakan juga tetap naik,” kata Jasmin Jumat (25/9/2020).

Walau punya potensi besar, bank bersandi bursa BBTN ini tidak ngotot menargetkan DPK jumbo tahun ini. Menurut Jasmin, DPK hanya ditargetkan tumbuh sekitar 7 – 8 persen saja sepanjang tahun 2020. Ini karena BTN ingin memperbesar porsi dana murah (rasio CASA).

Menurut Jasmin, wajar kalau DPK tumbuh jauh melampaui pertumbuhan kredit. Sebab, kebanyakan nasabah atau debitur pastinya tengah mengerem kredit di masa pandemi. Walhasil, bisa dibilang dana-dana tersebut sedang diparkir di instrumen DPK, setidaknya sampai ekonomi stabil. “Kami tidak mematok tinggi. Permintaan kredit juga masih jauh dari normal. Semoga tahun depan ekonomi kita membaik,” ujarnya.

Tip & Trik

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pardi.

Proses dan Implementasi Perencanaan Pendidikan

Oleh : Pardi ( Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Batusangkar ) Dalam hal apapun, perencanaan tentu ...