Jumat , 17 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Dulu Terangi Masyarakat Sikabau, Kini Bangunan PLTS Sudah Seperti Rumah Hantu

Dulu Terangi Masyarakat Sikabau, Kini Bangunan PLTS Sudah Seperti Rumah Hantu

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Pasaman Barat – Nasib bangunan Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat 5 kWp yang bersumber dari Kementerian Daerah Tertinggal tahun anggaran 2010 di Jorong Sikabau memprihatinkan.

Berdasarkan papan merk yang masih terpasang pada bangunan bantuan PLTS tersebut dengan Kontraktor Pelaksana PT.Amonra Daya Semesta.

Hasil wawancara awak media SKM THE PUBLIC 08 Juni 2020 dengan Mantan Jorong Sikabau Rusdan,mengatakan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat 5 kWp yang bersumber dari Kementrian Daerah Tertinggal dibangun pada tahun anggaran 2010 silam



Ia menceritakan, pada saat itu PLTS dapat mengaliri listrik kepada rumah tangga sebanyak 30 KK namun dengan kebijakan musyawarah dan mufakat dijadikan 90 sambungan rumah, dan Fasilitas Umum Mesjid dua limit meteran, 30 limit meteran dibagi 3, sedangkan setiap rumah dengan daya Bola lampu 10 What satu rumah satu titik lampu.

Sebelum PLN masuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya hanya bertahan lebih kurang 4 tahun lamanya, namun saat ini sejak tahun 2014 sudah hampir 6 tahun lamanya fasilitas bantuan listrik tenaga surya tidak dapat difungsikan lagi.

Sejak memperoleh bantuan PLTS tersebut masyarakat sangat terbantu akan penerangan tersebut namun kendala yang dihadapi Kesulitan disaat cuaca hujan pembangkit tidak dapat berfungsi lagi, lampu tidak lagi dapat menyala namun karena tidak ada penerangan kami juga menerima program tersebut.

“Bantuan tersebut dapat menerangi sebanyak dari total kontrak awal hanya 30 sambungan rumah, namun berdasarkan musyawarah dan mufakat semua pihak dari 30 rumah dibagi menjadi 90 sambungan rumah agar sama – sama dapat merasakan mamfaat bantuan tersebut Ujar Rusdan.



Ia juga mengatakan, bantuan PLTS dapat dirasakan masyarakat Jorong Sikabau lebih kurang 4 tahun lamanya, barulah pada tahun 2014 silam tiang listrik PLN sudah masuk ke kejorongan sikabau dan akhirnya masyarakat mulai beralih ke listrik PLN hingga bantuan PLTS mulai ditinggalkan masyarakat.

Sementara itu, kondisi bangunan PLTS bantuan Kementrian Dearah Tertinggal saat ini kondisinya sangat memprihatinkan tidak lagi berfungsi serta peralatan sudah banyak yang rusak, kita juga berharap agar ini dapat diberdayakan kembali dari pada lapuk dan berkarat dimakan usia, Ujar Rusdan.

Rusdan menambahkan suka dan dukanya sejak diangkat menjadi Kepala Jorong Sikabau sejak tahun 2002 dan berakhir tahun 2018 lebih kurang selama 16 tahun menjalankan tugas jorong mulai dari akses jalan istilah Jalan kudo berlumpur apalagi musim hujan, dengan kondisi daerah terisolir namun saat ini sudah mulai dibuka akses jalan yang agak layak namun belum semuanya teraspal masih terdapat akses jalan yang butuh perkerasan serta pengaspalan.

Selain masalah akses jalan bidang kesehatan serta bidang pendidikan Jorong Sikabau masih jauh dari kata merdeka masih butuh sasrana dan prasara dasar mulai dari akses Telekomunikasi, Akses Kesehatan, Pendidikan serta fasilitas penunjang nelayan.

Dengan Jumlah Kepala Keluarga lebih kurang 400 KK, 80 % Kepala Keluarga kategori Miskin di Kejorongan Sikabau dan masih berprofesi sebagai Nelayan tradisional.Tutup Rusdan mengakhiri pembicaraannya. (Buyung)

Tip & Trik

loading…


<<< Sebelumnya

Selanjutnya>>>



Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

PN Pulau Punjung Vonis Mantan Anggota DPRD Dharmasraya 5 Tahun Penjara

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Pengadilan Negeri (PN) Pulau Punjung, jatuhkan vonis 5 tahun penjara pada Mantan ...