Selasa , 21 September 2021
Depan - Covid19 - Dugaan Penistaan Agama di Soal Ujian, Disdik Minta Maaf
Zulkisar
Zulkisar

Dugaan Penistaan Agama di Soal Ujian, Disdik Minta Maaf

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Kabupaten Solok – Pembuatan soal ujian bidang study Agama Kecamatan Junjung Sirih menuai masalah. Soal ujian itu telah melukai hati umat Islam karena dinilai ada unsur penistaan agama.

Lantaran itu,Dinas Pendidikan–Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Solok memohon maaf kepada masyarakat, atas kesalahan dan kelalaian tim pembuat soal ujian tersebut. Menurutnya, tidak ada niat sama sekali dari tim pembuat soal untuk melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Permohonan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disdikpora Zulkisar, S. Pd., MM sewaktu jumpa pers di ruang pertemuan Disdikpora Kab. Solok, yang dihadiri oleh Kabid Pendidikan Dasar Dafrizal, S. Pd., Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Junjung Sirih Gusni Lendra, SH.,

Tim Pembuat dan Tim Editor Soal Ujian Kec. Junjung Sirih, Ketua MUI Kab. Solok Drs. Elyunus, SH., Sp.N beserta rombongan, Sekretaris MUI Kec. Junjung Sirih, Kasi Pendidikan Islam Kandepag Kab. Solok, Tokoh Masyarakat, Polres Kab. Solok dan wartawan, (12/12/2019).



Kepala Disdikpora mengatakan, Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Junjung Sirih melaksanakan ujian pada hari Senin (9/12/2019) dan masalah ini terkuak hari Rabu (11/12/2019), ketika salah satu akun media sosial facebook muncul potongan kertas ujian untuk siswa kelas IV SD yang bertulisan, Di bawah ini yang merupakan sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani adalah …. A. malas belajar B. mengerjakan tugas sekolah C. menjaga nama baik guru dan sekolah D. menjaga nama baik orang tua, viral dan menjadi berita di sejumlah media online.

Artikel Lainnya

loading…


Lalu berita tentang soal ujian kelas IV SD tersebut ramai diberitakan oleh sejumlah media online dan menimbulkan sikap pro dan kontra ditengah masyarakat karena dianggap telah melecehkan Nabi Muhammad SAW.”

Menurut Zulkisar, begitu mendapat telpon dari berbagai pihak, dia langsung memanggil seluruh pihak yang terkait dengan pembuatan soal tersebut ke dinas, untuk dimintai keterangan tentang masalah itu. Dari hasil pertemuan itu diperoleh kesimpulan.

Memang telah terjadi kesalahan pada soal ujian yang dibuat oleh Veri Herianto, S. PdI yang masih bertatus CPNS setelah diedit oleh Rosmalini, S. PdI tersebut.

“Naskah yang ditulis pembuat soal berbeda jauh maksud dan tujuannya dengan naskah ujian yang telah diedit Tim Editor Soal Ujian SD Kecamatan Junjung Sirih yang dipakai sebagai bahan ujian,” jelas Zulkisar.

Atas temuan itu, lanjut Zulkisar, ujian tersebut langsung dibatalkan dan menarik semua kertas ujian serta menginstruksikan ujian mata pelajaran agama tersebut harus diulang. Kepada pihak terkait yang telah melakukan kesalahan diminta membuat surat pernyataan bahwa semua masalah yang telah menimbulkan keresahan dan sikap pro kontra masyarakat tesebut adalah merupakan kelalaian Tim Pembuat Soal Ujian Kecamatan Junjung Sirih.




Dalam jumpa pers itu Korwil Pendidikan Kecamatan Junjung Sirih Gusni Lendra, SH juga meminta maaf atas kelalaian dan kesalahan Tim Pembuat Soal. “Hal ini semata-mata karena kelalaian dan kesalahan tim, tanpa ada maksud untuk melecehkan Nabi Muhammad SAW. Untuk itu sekali lagi kami minta maaf kepada seluruh masyarakat atas kelalaian kami.”

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Solok Drs. Elyunus, SH., Sp.N mengatakan, “Persoalan ini tidak akan selesai sampai disini saja karena menyangkut masalah agama yang sangat sensitif. Untuk itu, kita akan mengadakan silaturrahmi dengan pihak terkait agar akar permasalahan bisa diketahui dengan pasti, sehingga bisa menjelaskan kepada masyarakat tentang permasalahan ini. Mau tidak mau masalah ini akan bermuara kepada keberadaan MUI Kabupaten Solok khususnya, MUI Sumatera Barat umumnya. Untuk itulah perlu dicari akar permasalahan dan solusinya,” kata Elyunus.(eri)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kejar Target, Vaksinasi Sasar SMAN 6 Sijunjung

SPIRITSUMBAR.com, Sijunjung – Polres Sijunjung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, launching Gerai Vaksin tingkat sekolah ...