Beranda - Headline - DPRD Setujui Ranperda Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBD Tahun 2019
Wakil Ketua DPRD Kota Solok, Efrion Coneng menyerahkan hasil pembahasan Pansus kepada Walikota Solok, Zul Elfian untuk diteruskan kegubernur

DPRD Setujui Ranperda Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBD Tahun 2019

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Solok– Setelah melalui pembahasan ditingkat Dewan, Ranperda Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Solok tahun  anggaran 2019 disetujui DPRD Kota Solok.

Keputusan dewan itu diambil dalam sidang paripurna DPRD Kota Solok dengan agenda Laporan Pembahasan Panitia Khusus Terhadap Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019 di Solok, Kamis (30/7).

Melalui juru bicara DPRD Kota Solok, Ade Merta  menyampaikan pendapat akhir bahwa semua fraksi sepakat menerima  Ranperda pertanggung jawaban pelaksanaan APBD Kota Solok Tahun Anggaran 2019 untuk disahkan menjadi perda.



Pansus dalam laporannya mengungkapkan, hasil pembahasan antara Pansus dengan Pemerintah Daerah mengenai Ranperda Pertanggungjawaban APBD Kota Solok tahun anggaran 2019 diperoleh kesepakatan tentang judul Ranperda, konsideran menimbang, ketentuan mengingat, ketentuan memutuskan dan pasal 1 sampai pasal 13.

Berdasarkan hasil pengkajian dan penilaian atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019 terdiri dari, Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, Pembiayaan Daerah dan Silpa.

Pendapatan Daerah pada tahun anggaran 2019 ditargetkan sebesar Rp 638.338.572.096,78 Realisasi pendapatan daerah sebesar Rp 615.403.730.489,05 atau mencapai 96,41 persen. Terdiri dari PAD ditargetkan sebesar Rp 49.620.110.133,60 terealisasi sebesar Rp 49.620.110.133,60  sedangkan untuk dana perimbangan ditargetkan sebesar Rp 527.651.978.081,00 realisasi sebesar Rp 508.952.258.581,00. Sementara untuk lain-lain pendapatan yang sah ditargetkan sebesar Rp 61.066.483.882,18 dengan realisasi sebesar Rp 64.826.596.106,00 atau mencapai 106,16 persen.

Untuk belanja daerah sampai akhir tahun anggaran 2019 sebesar Rp 611.570.146.854,93 Sedangkan anggaran yang disediakan dalam APBD sebesar Rp693.522.704.834,86 atau sebesar 88,18 persen.



Dengan realisasi pendapatan daerah Rp 615.403.730.489,05 dan realisasi belanja daerah sebesar Rp 611.570.146.854,93 maka anggaran menjadi defisit sebesar Rp 3.833.583.634,1

Sementara Pembiayaan Daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah. Penerimaan pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp 57.759.132.738,08 realisasi sebesar Rp 57.684.292.738,08 atau 99,87 persen. Realisasi tersebut bersumber dari penerimaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2018. Sedangkan pengeluaran dianggarkan sebesar Rp 2.575.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp 2.500.500.000,00 atau 97,09 persen. Pengeluaran pembiayaan ini telah digunakan untuk tambahan penyertaan modal Pemerintah Daerah ke Bank Nagari Sumatera Barat  sebesar Rp 2.500.000.000,00.

Untuk Silpa tahun anggaran 2019 setelah pendapatan dikurangi belanja dan pembiayaan diperoleh sisa lebih perhitungan anggaran(Silpa) sebesar Rp 59.017.876.372,20.

Sementara itu Walikota Solok, Zul Elfian SH Msi mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Solok menyampaikan ucapan terima ksih yang sebesar besarnya kepada saudara ketua, wakil ketua, ketua fraksi dan seluruh anggota dewan yang terhormat yang telah menyetujui Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019.

Tiga hari kerja sejak Rancangan Ranperda ini disepakati antara Pemerintah daerah dengan DPRD harus disampaikan ke gubernur untuk dievaluasi kemudian ditetapkan menjadi Perda

Usai penyampaian Laporan Pansus, dilakukan penandatanganan berita acara persetujuan bersama tentang Ranperda  pelaksanaan APBD Kota Solok tahun anggaran 2019. (eri)

Tip & Trik

loading…


Tentang Eri Satri

mm

Baca Juga

MTsN 4 Pasaman Gelar Lokakarya

Spiritsumbar.com, Pasaman – Guna meningkatkan kompetensi pegawai dan guru, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Pasaman, ...