Beranda - Covid19 - Donny Moenek : Dana Task Force Berasal dari Anggota DPD RI
Sekjen DPD RI, Reydonnyzar Moenek
Sekjen DPD RI, Reydonnyzar Moenek

Donny Moenek : Dana Task Force Berasal dari Anggota DPD RI

Print Friendly, PDF & Email

“Kami Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Sumbar, datang menyerahkan bantuan yang sumbernya dari Dana Task Force DPD RI Periode 2014-2019. Ini kita berikan untuk warga Sumbar yang terkena peristiwa Wamena,” ujar H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH, di Istana Gubernur Sumbar, Minggu, 13 Oktober 2019, usai menandatangani berita acara serah terima bantuan DPD RI untuk warga Sumbar yang jadi korban peristiwa Wamena.

Leonardy mengharapkan bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Apakah untuk memulangkan pengungsi, bantuan modal dan lainnya.

Pria yang akrab dipanggil bang Leo itu juga menitipkan pesan kepada Pemrov Sumbar untuk mengkomunikasikan kepada Pemprov Papua terkait aset warga yang pulang ke Sumbar.

“Bagi pengungsi yang pulang ke Sumbar tentu tinggal asetnya di sana. Mungkin dia punya kios, ruko, punya rumah, punya tanah/lahan. Perlu diupayakan jaminan kepemilikannya atas bantuan Pemda Papua hingga aset mereka tidak hilang. Mohon proaktif Pemda Sumbar, Pak Gubernur,” ujar
Leonardy.



Juga ujarnya, perlu memberi penjelasan terkait sebelumnya dana itu telah terumumkan Rp 1 miliar. Lantaran saldonya tidak mencukupi maka jumlahnya dikurangi juga. Sehingga untuk Sumbar menjadi Rp850 juta dan Rp400 juta untuk korban gempa Maluku.

Sekaitan baru diserahkannya dana bantuan tersebut, Leonardy menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk pemberian bantuan itu. Dana sudah masuk ke rekening Sumbar Peduli Sesama pada 9 Oktober lalu.

Leo juga menginformasikan bahwa tanggal 1-10 Oktober DPD RI masih banyak kegiatan, pelantikan, pemilihan pimpinan DPD RI, pemilihan alat kelengkapan DPD RI dan lainnya. Barulah penyerahan simbolisnya dilakukan pada 13 Oktober 2019.

Gubernur Sumbar, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno Dt. Rajo Bandaro Basa, S.Psi, M.Sc. menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menyiapkan beberapa skenario bagi orang Minang yang ada di Papua.

“Jika mereka ingin pulang maka kita membantu kepulangan mereka kemari. Tiket pesawat, tiket kapal laut kita berikan. Mereka juga diberi santunan Rp1 juta untuk dewasa dan Rp500 ribu buat anak-anak. Semua tercatat,” jelas Gubernur yang didampingi Sekdaprov Drs. Alwis.




Menurut Gubernur hingga kini sudah ada 850 pengungsi asal Sumbar. Pengungsi yang masih ada di sana kini tersebar di Sentani dan beberapa daerah Papua lainnya termasuk di Wamena. Bagi mereka Pemprov memberikan bantuan atas arahan dan koordinasi dengan Pemprov Papua dan Pemkab Wamena. (Salih)

Halaman   [  1  ]   [  2  ]   [  3  ]

 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Indra Catri

Dituding Otak Pencemaran Nama Baik, Indra Catri Sampaikan Klarifikasi

Spiritsumbar.com, Padang – Surat permintaan maaf, ES terhadap Ir. H. Mulyadi beberapa waktu lalu berbuntut ...