Minggu , 19 September 2021
Depan - Headline - Diunggulkan, Indra Sjafri : Korsel Juga Punya Kelemahan
Indra Sjafri
Indra Sjafri

Diunggulkan, Indra Sjafri : Korsel Juga Punya Kelemahan

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Korea Selatan – Sukses menuntaskan dua pertandingan dengan skor meyakinkan, Timnas Indonesia U-19 dapat lawan sesungguhnya pada pertandingan ketiga dalam Kualifikasi Grup F Piala Asia di Paju Public Stadium, Gyeonggi, Korea Selatan, Sabtu (4/11/2017).

Pada pertandingan yang akan berlangsung pukul 13.00 wib tersebut, anak asuh Indra Sjafri akan menghadapi tuan rumah Korea Selatan. Tidah bisa dipungkiri, Korea Selatan merupakan salah satu tim terkuat di Grup F, bahkan dalam kancah sepakbola Asia.

Namun, Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri menganggap hal tersebut suatu hal yang lumrah. Karena, menurutnya, walau Korea Selatan memiliki peluang lebih besar untuk menang, namun punya memiliki beberapa kelemahan. Malahan, Korsel ujarnya, juga mewaspadai permainan Indonesia.

“Kami juga sudah lihat permainan mereka begitu juga tim Korea yang sudah melihat kami,” ujar Indra Sjafri seperti dikutip dari rilis resmi PSSI.



Menurut pelatih asal Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat ini, Korsel itu tim bagus, namun kita juga tahu mereka juga  ada kelemahan. Menurutnya, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan sudah siap tempur menghadapi Timnas Korsel.

“Saya sudah punya gambaran akan para pemain yang akan main, tetapi starting eleven tergantung kondisi anak-anak,” ujarnya.

Sebelumnya, Timnas Indonesia meraih kemenangan besar dalam melakoni dua laga awal. Tim Garuda Nusantara sukses menghajar Brunei Darussalam dan Timor Leste masing masing 5-0.

Namun, Korsel tampil lebih fantastis dengan membantai Brunei Darussalam 11-0 pada laga perdananya. Korea baru memainkan satu laga, menghadapi Brunei Darusaalam. (SALIH)

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...