Depan - Berita Pilihan - Dibalik Terbunuhnya Nenek Daniar, Rencana Diatur di Rumah Pelaku Wanita
Reka ulang pembunuhan nenek Daniar di Batipuh
Reka ulang pembunuhan nenek Daniar di Batipuh

Dibalik Terbunuhnya Nenek Daniar, Rencana Diatur di Rumah Pelaku Wanita

Print Friendly, PDF & Email

 Padang Panjang, Spiritsumbar.com,- Rekontruksi pencurian dengan kekerasan yang  berujung tewasnya nenek Daniar (85 tahun) di Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, berlangsung aman dan tertib, Rabu, 23/12/20. Ada 36 reka adegan dalam durasi  selama 3 jam 15 menit itu.

Dari reka ulang itu diketahui, aksi nekat  yang membuat hidung Daniar berlumuran darah dan menghembuskan nafas terakhirnya, serta kehilangan perhiasan emas dan handphone itu telah direncanakan sebelumnya di rumah salah seorang pelaku, Misniati, alias Mis, di Jorong Sawah Diujuang, Nagari Batipuh Ateh, Kecamatan Batipuh, ujar Kabag Ops. AKP. P. Simamora, SH, sebagaimana dirilis Humas Polres Padang Panjang. Ada 3 adegan di sana.

Setelah itu Rekontruksi dengan Nomor : LP/22/IX/2020/SPKT UNIT III/SEK BATIPUH TGL 25 September 2020 bergerak ke TKP rumah  korban,  yang terletak di jorong yang sama dengan lokasi pertama. Tanpa dirinci,  disini terjadi 33 reka adegan.

Rekontruksi  yang dilaksanakan oleh  Kasat Reskrim AKP Suhardi, SH, MH dan Personil Sat Reskrim, dan Unit Reskrim Polsek Batipuh ini, ikut disaksikan Kasi Pidum, dan anggota Kajari Padang Panjang. Berlangsung dari pukul  09.00 WIB hingga pukul 12.15 WIB. Dibawah pengawasan personil Polres Padang Panjang, dan Kasat Samapra Polsek Batipuh,  rekontruksi yang banyak mendapat perhatian warga sekitar berjalan aman dan tertib.

Kasus tindak pidana yang  terjadi 2 bulan silam itu  menyeret 4 pelaku masing masing, Misniati alias Mis, Wahyudi  alias Kalek, Hermon Masbur alias Bungsu, dan  Jumiarti  alias Jum, dengan Milawati, panggilan Mila, sebagai saksi.

Mengingatkan kembali, pencurian  dengan kekerasan dialami nenek Dahniar,(85 tahun) di Kecamatan Batipuh  terjadi pada Jumat, 25  September 2020. Korban pertama kali ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan lumuran darah di bagian hidung, oleh anaknya sendiri, Darmasyah (62 tahun),  yang baru pulang mengojek.

Saat itu Darmansyah melihat isi lemari di ruangan bagian luar telah diacak-acak, sementara sang bunda  terbaring  dalam keadaan tak bernyawa. HP dan perhiasan emasnya raib, kerugian ditaksir Rp. 17 juta. Setelah mendapat kabar kepolisian langsung melakukan olah TKP.

Dalam rentang waktu 5 pekan, Tim Operasional Polres Padang Panjang  berhasil  menangkap 4 orang tersangka, 2 orang  wanita  ibu rumah tangga, dan 2 orang pria yang seharinya bekerja sebagai supir.

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat pada Jumat, 30/10 sekitar pukul 00.15 WIB, bahwa ada 3 orang yang terlibat dalam Tindak Pidana Curas terhadap nenek Dahniar.

Ketiganya adalah J (umur 32 tahun, suku Minang, IRT), HM (umur 33 tahun, suku Minang, Supir ) dan MN (umur 38 tahun, suku Minang, IRT). Setelah itu tim operasional dari Polres Padang Panjang melakukan pencarian, hingga menemukan mereka di sebuah rumah, kawasan Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat,  Kota Padang Panjang, sekitar 9,5 km dari TKP pembunuhan. (Yetti Harni)

Profil Yetti Harni

mm

Baca Juga

Nevi Zuairina Sampaikan Peluang dan Tantangan UMKM untuk Go Internasional

SPIRITSUMBAR.com, Padang – UMKM Sumbar mesti mempersiapkan diri untuk berkompetisi usaha secara internasional. Pasalnya, dengan ...