Depan - Pendidikan - Apresiasi - Di Sijunjung, 5.372 Ha Perkampungan Dibebaskan dari Kawasan Hutan
Bupati Sijunjung bersama MS Kaban (foto Riyon)
Bupati Sijunjung bersama MS Kaban (foto Riyon)

Di Sijunjung, 5.372 Ha Perkampungan Dibebaskan dari Kawasan Hutan

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Muaro Sijunjung – Pada pelaksanaan tahun anggaran 2016 Bupati Sijunjung Drs. H. Yuswir Arifin, MM. Dt.Indo Marajo, sangat nyinyir, tak henti-hentinya berpesan agar pelaksanaan APBD di masing-masing Unit Kerja sesuai dengan peraturan. Dampaknya, dari audit BPK berhasil mendapatkan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), walau ada riak-riak kecil 8 poin disampaikan 0leh BPK.

“Ini pekerjaan dan Keberhasilan semua kita, baik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun lintas OPD,” ujar Bupati H Yuswir.

Artikel Lainnya

loading…


Lebih lanjut,  selain kepala OPD dengan pengelola langsung aset, Bupati H. Yuswir menyampaikan penghargaan yang setinggi-tigginya dan ucapan terimakasih. Kalau sudah WTP sudah tahu titik nolnya dan jelas pertanggungjawaban tahun 2017 bisa saja berubah.

“Karena di situ ada belanja modal , karena ada peningkatan nilai aset dan bisa justru sebaliknya. Namun yang jelas APBD kita bertambah. Kalau penambahan nilai aset harus dibukukan/tercatat dan terinci. Jangan sampai ada aset tidak tercatat bahkan tidak ada aset malah tercatat, hal ini tidak boleh terjadi,” ujarnya dalam syukuran dihadapan Mantan Menteri Kehutaan RI Dr. H. MS.Kaban.

Untuk audit BPK 2018 status opini WTP selalu ditingkatkan. Dan ke depan ujarnya belanja modal terus dan terencanakan.

Bupati H. Yuswir Arifin dihadapan mantan Menteri Kehutanan.RI H. Ms. Kaban menjelaskan bahwa RPJMD Kab Sijunjung dibagi 4 fase  dimulai tahun 2005-2025. Kab Sijunjung dengan luas 30.000km2 dulunya kawasan hutan sekitar 70% banyak Nagari tertinggal  statusnya dikawasan hutan.

“Ketika merencanakan RTRW kita lakukan penggeseran sekitar 5% per 18.900 hektar periode  1. Seperti Padang Tarok, Tanjuang Kaliang, Aia Amo dan lainnya yang waktu itu keberadaannya masih dalam kawasan hutan. Sementara daerah tersebut sudah berkembang menjadi permukiman warga masyarakat. Sampai 2016 pelepasan  kawasan  5.372 hektar perkampungan yang di dalam kawasan hutan dan jumlah berdasarkan data tervalid yang sudah dibebaskan 30.000 Ha,” ujarnya.

Kab Sijunjung memang kaya akan sumber daya alam, tetapi bagai mana memanfaatkan  kekayaan tersebut masih dalam kawasan hutan, tentu terkendala.  Seperti daerah Tanjung Lolo yang sangat kaya akan sumber daya alam bahan pembuatan semen. Belum lagi air dari sungai BatangKuantan yang direncanakan untuk pembangkit listriktenaga air dan lainnya.

Belum lama ini ada asosiasi meminta izin untuk tambang, tetapisaya tidak bisa mengeluarkan izin sebab segalasesuatu masalah perizinan pengelolaan sumber daya mineral, itu kewenangannya di pusat dan harus memenuhi kriteria persyaratan perizinan. Diantaranya pasca tambang dilakukan reklamasi, itu harus tertera dalam kesanggupannya mereklamasi,siapa saya yang mengajukan izin masalah penambangan sumber daya alam.

“Sekali lagi saya tidak bisa mengeluarkan izin tambang. Ini perlu dipahami oleh masyarakat,” papar  Bupati H.YuswirArifin berpesan pengelola aset harus bekerja secara profesional mengerti tupoksi, sehingga untuk 2018 penghargaan WTP lebih ditingkatkan di Kab Sijunjung.

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Artikel lainnya:

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Padang Lakukan Penyekatan PPKM dari RT Hingga Kelurahan

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV harus diimbangi dengan pengawasan ...