Beranda - Covid19 - Desakan Makin Kuat, Irwan Prayitno : Lockdown Kebijakan Pusat
Penumpang dari Kuala Lumpur yang dicurigai suspect virus corona
Penumpang dari Kuala Lumpur yang dicurigai suspect virus corona

Desakan Makin Kuat, Irwan Prayitno : Lockdown Kebijakan Pusat

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Padang – Makin meningkatnya jumlah positif Coronavirus disease 2019 (COVID-19) atau virus corona telah menimbulkan kekhawatiran dari banyak pihak. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) menerapkan Lockdown. Bisakah?

Pemprov. Sumbar terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Berbagai langkah dilakukan agar korban tidak semakin banyak. Terakhir, Pemprov Sumbar bersama Forkopimda menetapkan kebijakan “Pembatasan Secara Selektif” dalam rangka menghambat laju arus orang masuk ke Sumbar di daerah-daerah perbatasan.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam kesimpulan Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda di Auditorium Gubernuran, Sabtu (28/3/2020) malam.


Baca : Cegah Penyebaran Corona, Pemprov Sumbar Berlakukan Pembatasan Selektif

Artikel Lainnya

loading…


Hadir dalam rapat, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit , Ketua DPRD Sumbar, Supardi dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto. Rakor juga dihadiri, Danlantamal, Danrem 032 Wirabraja, Kajati, Pengadilan Tinggi, Kabinda, Danlanut, Ka Binda, MUI Sumbar, Sekdaprov, para Asisten dan beberapa OPD terkait.

Lebih lanjut Gubernur juga menyampaikan bahwa pemberlakukan pembatasan selektif ini adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi yang masuk melalui kawasan perbatasan di 8 titik pintu masuk Sumbar di darat dan udara.

“Melakukan cek kesehatan yang dilakukan tim medis, satpol PP bersama TNI Polri disetiap perbatasan, yang tentu tidak akan merasa nyaman bagi yang masuk ke Sumbar. Dimana yang terindikasi akan dilakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat dan dipertimbangkan akan melakukan karantina selama 2 dua minggu”, ujarnya.

Irwan Prayitno menyatakan bahwa terpaksa melakukan kebijakan dimaksud karena sisi resiko masuk wabah covid 19 sangat tinggi. Pemberlakuan pembatasan selektif lebih kepada membatasi orang masuk. Hanya yang sehat boleh masuk sementara yang terindikasi dilakukan pemantauan, pengawasan dan tindakan penanganan secara medis.

Terkait dengan desakan penerapan lockdown, Irwan Prayitno mengaku tidak bisa berbuat banyak. Menurutnya yang berwenang memutuskan lockdown itu hanya pemerintah pusat.

“Para bupati walikota dan DPRD serta masyarakat Sumatera Barat, secara umum menghendaki agar Gubernur memberlakukan Lockdown. Namun perlakuan Lockdown ditentukan oleh pusat sesuai dengan UU no 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan di pasal 10,” ujar Irwan Prayitno sebagaimana relis yang diterima SpiritSumbar.com, Ahad (29/3/2020) pagi. (Salih)

Baca dan Simak Video : Kucing Terjebak di Tiang Rumah Kosong



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Haul ke - 4, Husni Kamil Manik yang digelar GPII Sumbar

Husni Kamil Manik Terbilang Orang Beruntung

Sementara, Eka Vidya Putra mengisahkan perjalanan aktivis kemahasiswaan HKM. Dimulai dari momen jadi santri di ...