Kamis , 23 September 2021
Depan - Headline - Demi Madu, Bang Madu Rela Bertengger di Pohon 8 Meter
Sabarudin saat mengambil madu lebah
Sabarudin saat mengambil madu lebah

Demi Madu, Bang Madu Rela Bertengger di Pohon 8 Meter

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com – Dalam zaman saat ini kebutuhan hidup sangat tinggi tetapi pekerjaan yang satu ini penuh resiko dan tantangan yang sangat luar biasa.

Ini yang dihadapi oleh sekelompok warga mencari madu lebah liar di tengah hutan yang sangat menjanjikan sekali bisa menambah kebutuhan keluarga.

Salah satunya, Sabarudin (39) dengan Akrab panggilan Bang Madu bersama teman temannya mengambil madu murni lebah liar yang bertengger di pohon dengan ketinggian mencapai 7 hingga 8 meter. Malahan, ini mereka lakukan dengan secara manual menggunakan pakaian apa adanya.

Tidak seperti penangkaran lebah yang seperti biasa yang dilakukan oleh penangkar lebah madu yang seperti biasanya.

Saat di temui di lokasi pengambilan madu lebah liar di tengah hutan belantara daerah Jorong Moromong Nagari Sungai Kambut Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat, Kamis (19/1/2017) siang

Sabarudin dengan panggilan akrab Bang Madu merupakanwarga  Jorong Sialang Nagari Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Saat ditemui di lokasi pengambilan madu lebah liar di kawasan perkebunan sawit Moromomong Nagari Sungai Kabut mengaku berkerja sebagai pengambil lebah madu liar di tengah hutan sudah dilakoni sudah hampir 7 tahun lebih. “Memang betul sekali pekerjaan saya ini penuh risko dan tantangan yang kami hadapi. Dalam pengambilan madu dari lebah liar dalam hutan ini yang bertengger dalam di atas dahan yang mencapai 7 hingga 8 meter dilakukan dengan secara manual menggunakan pakian bisa dan apa adanya,” ujarnya.

Tidak seperti pakaian yang digunakan oleh para petani lebah madu yang biasanya, dia melakukan secara manual. “Semuanya yang kami lakukan untuk kebutuhan hidup keluarga,mencari lebah madu ini bisnis yang sangat menggiurkan, harga satu kilo madu asli berkisar Rp60 ribu,” ujarnya.

“Dalam sekali panen yang kami ambil berkisar 40 kg yang di tampung menggunakan jerigen atau karung plastik dan selanjutnya kami bersihkan dan kemudian kami antar ke kepada toke madu yang berada di pekan baru,” ujar Bang Madu.

Pewarta : Eko

Editor : Saribulih

Artikel Spirit Sumbar lainnya

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bertekad Tetap Informatif, Pessel Gelar Bimtek Pemeringkatan untuk PPID Pembantu

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Agenda besar tahunan yang dilakukan oleh PPID Utama Kabupaten Pesisir Selatan (Kab.Pessel) ...