Di sub sektor industri, beberapa produk hilir dari kulit kayu manis (seperti bubuk dan sirup), bubuk kopi Arabica, dodol (aneka rasa), pisang sale dan lainnya. Makanan ringan itu terlihat mengisi pertokoan di tepi jalan keluar-masuk Kerinci. Salah satu di tepi jalan Kerinci–Solsel, tepatnya Desa Lubuk Nagodang, Kecamatan Siulak, Kab. Kerinci.
Cerita Fajri, salah seorang pengusahanya, menyebut jualan makanan/minuman khas Kerinci di Desa Lubuk Nagodang tampil sejak sekitar 7 tahun silam. Pertokoan di situ dibangun oleh warga, begitu juga modal usaha. Peran pihak Pemkab, pernah memberi pelatihan keterampilan sekitar 7-8 tahun silam.
Itulah aneka-ragam usaha ekonomi rakyat Kabupaten Kerinci dewasa ini. Dari semua jenis usaha itu adalah produk kulit kayu manis dan kopi Arabika yang diekspor ke luar negeri, yakni ke eropa. Satu lagi, yakni produk teh dari Kayu Aro Kerinci. Bedanya, produk teh diekspor oleh PTPN-6.
Perkembangan itu pula di balik banyak rumah warga di Kerinci tampil dengan bangunan beton bertingkat plus arsitektur relatif modern. Paling tidak itu terlihat dari jalan raya yang dilewati wartawan Padangpanjang. Agribisnis, sepertinya selain bisa menghadapi krisis ekonomi. Juga bisa jadi kekuatan ekonomi di era modern.