Selain itu, Kerinci juga sudah bisa dijangkau dengan pesawat udara. Sebab di Kerinci sudah ada bandara yakni Bandara Dipati Parbo, sekitar 10 KM dari Kota Sungai Penuh. Bandara dengan panjang landasan pacuan 1.800 M itu bisa didarati oleh pesawat kecil seperti ATR 72.

tepi jalan Kerinci-Solok Selatan
Informasi sejarah versi Wikipedia, keberadaan Kerinci sudah diketahui sejak 2 SM. Itu merujuk ke catatan China dimana pada 2 SM itu terdapat sebuah negeri bernama Koying terletak di sebuah dataran tinggi yang memiliki gunung berapi. Beberapa ahli berpandangan bahwa Koying identik dengan Kerinci.
Dewasa ini, secara ekonomi rakyat di Kerinci dominan bergerak di sektor pertanian (agribisnis), disusul sektor industri/jasa dan perdagangan. Di sub sektor pertanian, seperti budidaya padi sawah, sayur/palawija, peternakan (terutama unggas), ikan air tawar, kebun kayu manis (kulit dari batang kayu manis) dan kopi Arabica.