Beranda - Berita Pilihan - Dari Tour Kerinci; Agribisnis Terbukti Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi
Wabup Kerinci, Ami Taher dengan wartawan Padangpanjang di aula Kantor Bupati Kerinci.
Wabup Kerinci, Ami Taher dengan wartawan Padangpanjang di aula Kantor Bupati Kerinci.

Dari Tour Kerinci; Agribisnis Terbukti Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi

Print Friendly, PDF & Email

Padang Panjang, Spiritsumbar.com – Azan Subuh berkumandang. Bis yang membawa  rombongan wartawan dari Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, tiba di Sungai Penuh, kota hasil pemekaran dari Kabupaten Kerinci. “Wah, udara subuh di kota ini ternyata lebih dingin dari Padang Panjang”, seru di antara mereka begitu keluar bis.

Subuh, Jumat (4/12) lalu itu, jurnalis dari Padang Panjang, kota berjuluk Serambi Mekah dan juga dikenal sebagai kota pelajar tersebut, habis menempuh perjalanan malam lewat Solok Selatan. Tujuannya, study tour ke Kerinci, kabupaten yang kini dipimpin oleh Dr.Adirozal, mantan Wakil Walikota Padang Panjang (2003-2008).

Mirip perjalanan wisata ke Pekanbaru, Riau, Desember 2019, study tour ke Kerinci juga dua hari (two days tour). Jumat pagi esoknya rombongan didampingi Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Panjang, Ampera Salim, dan 3 orang staf sudah check-in di Hotel Mahkota tempat menginap di Jalan Depati Parbo, Kota Sungai Penuh.

Di Kerinci, rombongan diterima oleh Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher di Aula Kantor Bupati Kerinci, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Siulak Gedang, Kecamatan Siulak. Pejabat lainnya Sekda Asraf; Asisten III Letmi Hendri, Kabag Humas Mountry Friadi, dan Kabag Kominfo diwakili,  Efendi.

Maaf, Bapak Bupati Dr.Adirozal tidak bisa hadir langsung di kesempatan ini, kata Wabup Ami Taher. Karena beliau lagi dinas ke Jakarta. Lewat kami, beliau selain minta maaf, karena tidak bisa hadir secara peribadi menyambut, juga titip salam; Selamat datang di Kerinci, semoga rekan-rekan senang berada di sini.

Lewat ekspose Wabup Ami Taher  itu terungkap profil singkat Kabupaten Kerinci, salah satu daerah otonom di Provinsi Jambi. Kabupaten Kerinci memiliki luas wilayah 3.807.283 KM2, terbagi 18 kecamatan, 287 kelurahan dengan jumlah penduduk belakangan sekitar 253.256 jiwa.

Hubungan jalan darat ke Kabupaten Kerinci tersedia lewat utara yakni Kabupaten Solok Selatan, Sumbar; lewat barat (Kab. Pesisir Selatan, Sumbar); dan lewat timur (dari Kota Jambi). Sedang ke arah selatan (Kabupaten Muko-muko, Bengkulu) akan dibangun jalan darat dalam waktu dekat.

Selain itu, Kerinci juga sudah bisa dijangkau dengan pesawat udara. Sebab di Kerinci sudah ada bandara yakni Bandara Dipati Parbo, sekitar 10 KM dari Kota Sungai Penuh. Bandara dengan panjang landasan pacuan 1.800 M itu bisa didarati oleh pesawat kecil seperti ATR 72.

Pertokoan milik warga menjual aneka makanan khas Kerinci di tepi jalan Kerinci-Solok Selatan
Pertokoan milik warga menjual aneka makanan khas Kerinci di
tepi jalan Kerinci-Solok Selatan

 

Informasi sejarah versi Wikipedia, keberadaan Kerinci sudah diketahui sejak 2 SM. Itu merujuk ke catatan China dimana pada 2 SM itu terdapat sebuah negeri bernama Koying terletak di sebuah dataran tinggi yang memiliki gunung berapi. Beberapa ahli berpandangan bahwa Koying identik dengan Kerinci.

Dewasa ini, secara ekonomi rakyat di Kerinci dominan bergerak di sektor pertanian (agribisnis), disusul sektor industri/jasa dan perdagangan. Di sub sektor pertanian, seperti budidaya padi sawah, sayur/palawija, peternakan (terutama unggas), ikan air tawar, kebun kayu manis (kulit dari batang kayu manis) dan kopi Arabica.

Di sub sektor industri, beberapa produk hilir dari kulit kayu manis (seperti bubuk dan sirup), bubuk kopi Arabica, dodol (aneka rasa), pisang sale dan lainnya. Makanan ringan itu terlihat mengisi pertokoan di tepi jalan keluar-masuk Kerinci. Salah satu di tepi jalan Kerinci–Solsel, tepatnya Desa Lubuk Nagodang, Kecamatan Siulak, Kab. Kerinci.

Cerita Fajri, salah seorang pengusahanya, menyebut jualan makanan/minuman khas Kerinci di Desa Lubuk Nagodang tampil sejak sekitar 7 tahun silam. Pertokoan di situ dibangun oleh warga, begitu juga modal usaha. Peran pihak Pemkab, pernah memberi pelatihan keterampilan sekitar 7-8 tahun silam.

Itulah aneka-ragam usaha ekonomi rakyat Kabupaten Kerinci dewasa ini. Dari semua jenis usaha itu adalah produk kulit kayu manis dan kopi Arabika yang diekspor ke luar negeri, yakni ke eropa. Satu lagi, yakni produk teh dari Kayu Aro Kerinci. Bedanya, produk teh diekspor oleh PTPN-6.

Perkembangan itu pula di balik banyak rumah warga di Kerinci tampil dengan bangunan beton bertingkat plus arsitektur relatif modern. Paling tidak itu terlihat dari jalan raya yang dilewati wartawan Padangpanjang. Agribisnis, sepertinya selain bisa menghadapi krisis ekonomi. Juga bisa jadi kekuatan ekonomi di era modern.

Sangat mendasar, jika Bupati Kerinci Adirozal, seperti dikutip oleh Wabup Ami Taher, mengimbau para pemilik lahan pertanian, terutama sawah di Kerinci, agar mempertahankannya. Untuk membangun rumah, misalnya, upayakan di lahan bukan sawah atau pertanian.(jym/yet (bersambung).

Tentang Yetti Harni

mm

Baca Juga

Indonesia Berduka, Ketua DPD RI, LaNyalla Minta Masyarakat Lebih Waspada

SPIRITSUMBAR.COM, Jakarta – Maraknya bencana alam yang menimpa Indonesia belakangan ini membuat Ketua DPD RI, ...