Beranda - Advertorial - Dana DID di RAPBD-P 2020 Kota Padang Panjang Naik 129%
Rapat Paripurna DPRD Kota Padang Panjang
Rapat Paripurna DPRD Kota Padang Panjang

Dana DID di RAPBD-P 2020 Kota Padang Panjang Naik 129%

Print Friendly, PDF & Email

  Padang Panjang, spiritsumbar.com – Rencana pendapatan pada Rancangan KUA & PPAS-APBD Perubahan 2020 Kota Padang Panjang ditarget sebesar Rp 540,2 miliar, turun dari Rp 595,4 miliar sebelum perubahan. Sebab, subsidi dari pusat turun, dan PAD juga turun karena dampak Covid-19. Akibatnya, rencana belanja pun turun.

Gambaran itu terungkap dari nota penjelasan Walikota Fadly Amran atas Rancangan KUA & PPAS – APBD (Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Perubahan tahun 2020 pada rapat pleno DPRD setempat, Senin (7/9).

Lewat sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Mardiansyah, Walikota Fadly menyebut subsidi dari pemerintah pusat yakni dana perimbangan daerah pada 2020 ini berkurang untuk Kota Padang Panjang sebesar Rp.24,9 miliar, yakni dari Rp.469, 9 miliar ke Rp.444,9 miliar.

Rincian dana perimbangan daerah dari pemerintah pusat yang mengalami penurunan itu, pertama, dana alokasi umum (DAU) yang semula direncanakan sebesar Rp.391,3 miliar, turun jadi Rp.354,3 miliar. Kedua, dana alokasi khusus (DAK) turun dari Rp.56,8 miliar jadi Rp.49, 9 miliar.

Walikota Fadly Amran
Walikota Padang Panjang, Fadly Amran

Pada 2 sumber lain di dana perimbangan terlihat naik. Pertama, dana bagi hasil pajak/bukan pajak naik dari Rp 9,4 miliar ke Rp 12, 6 miliar. Kedua, dana insentif daerah (DID) naik 129%, dari Rp 12,2 miliar ke Rp. 27,9 miliar. Tapi jika ditotal 4 sumber penerimaan subsidi pusat ini turun Rp.24,9 miliar.

Yang menarik, alokasi DID tambahan Rp 12,2 miliar, seperti disebut oleh Walikota Fadly, itu diberikan pusat ke daerah yang berkinerja baik dalam menangani wabah Covid-19. Prioritas dana ini untuk mendorong pemulihan ekonomi, menangani Covid-19, bantuan kesehatan dan bantuan sosial.

Di kelompok penerimaan lain-lain RAPBD-P 2020 terdapat sedikit kenaikan yakni dari Rp 27,9 miliar ke Rp 28,3 miliar. Kenaikan itu bersumber dari kenaikan  penerimaan dana BOS dari pusat. Sedang dari bagi hasil pajak dari provinsi pada penerimaan lain-lain ini turun Rp 93,8 juta.

Terkait kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daerah) atas pendapatan APBD-P 2020 direncanakan turun dari Rp 97,4 miliar ke Rp 66,9 miliar. Penyebabnya, dampak dari pandemi Covid19 yang ikut menimpa Indonesia, Sumatera Barat, dan Kota Padangpanjang sendiri. Itu terutama dampak pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

 

Ketua DPRD Padang Panjang, Mardiansyah
Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Mardiansyah

Ke depan, untuk menggerakkan dan mendorong ekonomi masyarakat, Pemko mengeluarkan beberapa kebijakan. Di antara kebijakan itu, seperti pembebasan pajak hotel, restoran dan hiburan. Berikut, pemberian stimulus kepada pedagang pasar berupa keringanan sewa pasar.

Rincian rencana pendapatan PAD pada RAPBD–P 2020 itu terdiri pajak daerah turun dari Rp 9, 3 miliar ke Rp 6,8 miliar, retribusi daerah turun dari Rp 5,7 miliar ke Rp 4,3 miliar, dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan turun dari Rp 6,389 miliar ke Rp.6,313 miliar.

Berikut, dari penerimaan lain-lain PAD yang sah turun sebesar Rp 26,5 miliar, yakni dari Rp 75,9 miliar ke Rp 49,4 miliar. Penyebabnya, antaralain penurunan target bunga deposito dan jasa giro kas daerah, penurunan hasil penjualan asset daerah yang tidak dipisahkan, dan sewa pasar.

Sementara rencana belanja ditarget Rp 587,3 miliar, turun dari sebelumnya Rp.644, 519.5 miliar. Anggaran ini untuk belanja tidak langsung Rp 301 miliar, naik Rp 14,2 miliar dari sebelumnya Rp 286,7 miliar. Belanja langsung Rp 286, 3 miliar, turun Rp 71,4 miliar dari sebelumnya Rp 357, 7 miliar.

 

Wakil Ketua DPRD Padang Panjang, Yuliar Kaisar (kiri), dan Imbral (kanan)
Wakil Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Yuliar Kaisar (kiri), dan Imbral (kanan)

Kenaikan pada belanja tidak langsung, itu terjadi di komponen belanja tidak terduga Rp 34,8 miliar, naik dari Rp 1 miliar jadi Rp 35, 8 miliar. Kenaikan ini sebagai persiapan untuk menangani dampak wabah Covid-19 lewat kegiatan bidang kesehatan, ekonomi dan penyediaan jaring pengaman sosial.

Sementara itu terkait rencana belanja langsung Rp 286, 3 miliar, kebijakan Pemko antaralain penyesuaian kebijakan refocusing anggaran sesuai Inpres No.4/2020 tentang Refocusing kegiatan, realokasi anggaran, serta pengadaaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

Untuk diketahui, menghadapi wabah Covid-19 yang juga menimpa Padang Panjang, kota kecil di pertigaan jalan darat jantung Sumatera itu, Walikota Fadly atas restu DPRD melakukan refocusing anggaran APBD 2020. Tidak heran, banyak rencana proyek fisik batal dirialisir tahun ini.

Salah satu proyek fisik yang belum diriasir tahun 2020 ini adalah rencana pembangunan baru (revitalisasi) Rest Area di Silaiangbawah, tepi jalan raya Padang – Bukittinggi. Sesuai desain, antaralain yang akan dibangun tadinya 2 buah gedung bertingkat, kolam dengan permainan air, taman dan area parkir.

Sekretaris DPRD Kota Padang Panjang, Zulkifli
Sekretaris DPRD Kota Padang Panjang, Zulkifli

Soal pembiayaan daerah, Walikota Fadly menjelaskan pada RAPBD Perubahan 2020 ini terjadi penurunan pembiayaan dan sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) 2019 yakni dari Rp 49,1 miliar turun jadi Rp 47,042 miliar.

Rapat pleno DPRD terkait penyampaian nota Rancangan KUA & PPAS – APBD Perubahan 2020 yang disejalankan dengan Rancangan KUA & PPAS – APBD 2021 itu dihadiri oleh Wakil Walikota Asrul; kedua Wakil Ketua DPRD, Yulius Kaisar dan Imbral; sebagian besar anggota DPRD, anggota Forkopimda.

Berikut, Sekda Sony Budaya Putra, para kepala unit kerja Pemko Padang Panjang, Camat, Lurah dan undangan lain. Pembahasan, sesuai keterangan Sekretaris DPRD, Zulkifli didampingi Kabid Persidangan, Nasrul dan Humas Sekretariat DPRD, David dijadwalkan pada September ini.(yet/adv).–

 

 

Tentang Yetti Harni

mm

Baca Juga

Khadafi Azwar Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Spiritsumbar.com, Padang – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Khadafi Azwar menyampaikan ucapan Selamat ...