Sabtu , 25 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Covid-19 Mulai Menurun, Objek Wisata di Padang Panjang Buka Lagi
Objek wisata budaya PDIKM
Objek wisata budaya PDIKM

Covid-19 Mulai Menurun, Objek Wisata di Padang Panjang Buka Lagi

Print Friendly, PDF & Email

Padang Panjang, Spiritsumbar – Semua objek wisata di Kota Padang Panjang mulai dibuka sejak Rabu 1  September 2021 lalu. Sebelumnya, objek wisata di Kota Serambi Mekah yang juga dikenal sebagai kota pelajar itu, tutup sejak sekitar minggu kedua Juli 2021, karena wabah  Covid-19 merebak lagi.

Pembukaan objek wisata mulai awal September lalu itu, seperti disebut oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Kota Padang Panjang, Maiharman, menerapkan Prokes yang ketat. Setiap pengunjung mesti pakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun. Berikut, ditanya apa sudah divaksin.

Kita di Padang Panjang juga menerapkan aturan Prokes (Protokol Kesehatan) terhadap pengunjung objek wisata, kata Maiharman, karena wabah Covid-19 belum reda. Hingga September 2021 ini Padang Panjang masih berada di PPKM level-III, setelah penerapan PPKM darurat tadinya pada 12-20 Juli 2021.

Laporan Kepala DKK Padang Panjang, Nuryanuwar, menyebut, pada Rabu (1/9) terdapat kasus baru positif Covid-19 sebanyak 3 orang. Dengan tambahan itu, jumlah kasus positif Covid-19 di Padang Panjang sejak April 2020 sudah 2.584 orang, sembuh 2.457, wafat 47 orang, Isoman/dirawat 80 orang.

Sebagai kota pegunungan dengan topografi yang bergelombang, Padang Panjang tidak saja dikenal dengan iklim yang dingin/sejuk. Juga pemandangan alamnya yang indah dengan view Gunung Merapi, Singgalang dan Tandikek di utara dan barat, perbukitan hijau (Bukit Tui) di selatan, dan Danau Singkarak di timur.

Iklim kota yang sejuk dan pemandangan alam yang indah itulah yang jadi daya tarik utama Padang Panjang bagi wisatawan, di samping kepopuleran sebagai salah satu kota pelajar tertua di tanah air yang muncul sejak awal 1911 M. Berikut, ditambah sebagian kecil potensi objek wisatanya yang sudah dikelola.

Maiharman, Kadis Porapar Kota Padang Panjang
Maiharman, Kadis Porapar Kota Padang Panjang

Di antara objek wisata yang sudah ada itu, seperti objek wisata keluarga Mifan Water Park, objek wisata budaya Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), objek wisata alam pemandian umum Lubuk Mato Kuciang, dan objek wisata alam pedesaan Desa Kubu Gadang.

Berikut, ada kampus seni ISI Padang Panjang yang sudah dilaunching sebagai kampus wisata di era pimpinan Prof. Mursal Esten, beberapa pesantren tua (Thawalib, Diniyah Putri & Kauman) dan bekas kampus Normal School (sekolah guru tertua kedua di tanah air berdiri 1904), yang kini jadi kampus SMA Negeri-1 Padang Panjang.

Sebetulnya, di luar objek-objek yang disebutkan tadi, ada 3 buah potensi wisata lain yang mulai dirintis 5-6 tahun ini. Objek itu, Gua Batu Batirai di Sungai Andok dan Aie Terjun 7 Tingkek di selatan kota, dan Area seberang sungai dari Jembatan Tinggi pada batas kota di Lembah Anai (tepi barat kota).

Objek wisata Gua Batu Batirai, misalnya, yang di Roman “Di Bawah Lindungan Kaabah” karya HAMKA disebut Guo Batu, di masa lalu sudah tampil jadi objek wisata. Indikatornya, di roman itu disebut, Hamid, saat sekolah di Padang Panjang kerap rekreasi dengan temannya ke Gua Batu itu. Terutama, saat ia rindu kekasihnya, Zainab, anak  Tuanku Jaafar, saudagar karya di Kota Padang.

Indikator kedua,  bekas jalan ke Gua itu masih ada, meski nyaris tertutup semak-belukar waktu dikunjungi beberapa tahun lalu. Area di depan Gua dan di dalam Gua itu juga menunjukan tempat tersebut pernah ramai dikunjungi di masa lalu. Indikator lain, cerita dari kalangan orang tua kota ini.(ym/yet).–

 

 

Profil Yetti Harni

mm

Baca Juga

PON XX Papua 2021, Kontingen Sumbar : Papua Sangat Kondusif

SPIRITSUMBAR.com, Papua – Kondisi empat kluster kota dan kabupaten pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX ...