Beranda - Covid19 - Covid-19, BIM Minim Pengunjung

Covid-19, BIM Minim Pengunjung

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) hanya didatangi 1.350 penumpang, sepanjang Senin (6/4/2020).

Sementara, waktu operasi bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II ini, hanya dari pukul 05.00 sampai dengan 24.00 WIB setiap harinya. Berubahnya, jadwal operasi, lantaran penerapan slow down yang diberlakukan di seluruh bandara yang ada di bawah pengelolaan PT AP2

“Penumpang yang datang sebanyak 836 orang. Sedangkan yang berangkat ke berbagai tujuan, 514 orang. Dilayani 26 pergerakan penerbangan (13 landing, 13 take off),” ungkap Humas PT AP2 KC BIM, Fendrick Sondra, Senin (6/4/2020) malam.



Artinya, setiap kali penerbangan kedatangan (arrival-red), membawa penumpang sebanyak 64 orang untuk pesawat 185 seat (kapasitas pesawat yang mendarat di BIM secara rata-rata-red). Sementara, keberangkatan, angkanya lebih kecil lagi, 40 orang per keberangkatan. Jika dirata-ratakan, 52 penumpang setiap penerbangan, baik itu keberangkatan atau kedatangan.

“Turunnya penumpang pesawat, bukan pengaruh kebijakan slow down yang diberlakukan di seluruh bandara yang ada di bawah pengelolaan PT AP2,” terang Fendrick.

“Penumpang pesawat itu ini terus turun drastis, sejak pandemi Coronaviruses Disease (Covid19) melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia,” tambah Fendrick.

Kapasitas terminal BIM sebanyak 3,7 juta orang per tahun atau 7.500 orang per hari (kedatangan dan keberangkatan-red). Kondisi existing, telah melayani 3,07 juta orang (2019) atau secara rata-rata 8.421 orang per hari.

“Pada Ahad (5/4/2020), penumpang yang dilayani di BIM sebanyak 2.136 orang,” ungkap Fendrick. “Load factor 24,44 persen untuk keberangkatan dan 39,76 persen untuk kedatangan,” tambah dia.

Dikatakan Fendrick, semua penumpang pada Senin tersebut telah melalui pemeriksaan Thermal Scanner oleh Pihak KKP Padang. “Dari hasil pemeriksaan yang kita terima, seluruh penumpang dalam kondisi suhu tubuh <38 derajat dan tidak ditemukan adanya gangguan kesehatan (demam, batuk dan sesak),” ungkapnya. (Salih)


 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kapolres Sawahlunto Nobatkan BBS Desa Tagok

Spiritsumbar.com, Sawahlunto – Aroma sereh wangi kuat menyengat di Desa Balai Batu Sandaran (BBS) Kota ...