Minggu , 19 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Catatan-2, Derliana Raih Doktor; Alumni KM-Kauman Mulai Tembus Sejumlah PT di Luar Negeri
Gedung MA-KMM (kiri) di tengah Komplek Perguruan Muhammadiyah, Kauman Padang Panjang.
Gedung MA-KMM (kiri) di tengah Komplek Perguruan Muhammadiyah, Kauman Padang Panjang.

Catatan-2, Derliana Raih Doktor; Alumni KM-Kauman Mulai Tembus Sejumlah PT di Luar Negeri

Print Friendly, PDF & Email

Padang Panjang, Spirit Sumbar – Pada 2021 ini, data sementara ada 12 orang alumni MA-KMM Kauman, Padang Panjang masuk di 6 perguruan tinggi (PT) luar negeri. Itu terdiri 8 orang di Prodi PAI, 4 orang Prodi IPA. Sedang di dalam negeri, data sementara ada 68 orang lolos masuk PT Negeri.

Itulah bagian dari buah inovasi sistem proses belajar mengajar (PBM) dan kurikulum di MA-KMM Kauman, Padang Panjang belakangan, yang terungkap dari bincang Spirit Sumbar dengan Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) Bidang Kurikulum, Meri Astuti dan Wakepsek Kesiswaan, Niki Sondra, Rabu (23/6) lalu.

Dari 12 alumni yang masuk ke kampus luar negeri itu, 8 diantaranya mengambil Prodi PAI (Pendidikan Agama Islam), dengan rincian 4 orang di Mesir (Al Azhar), 4 orang lagi masing-masing 1 orang di Libya, Sudan, Yaman dan Maroko. Sedang 4 orang yang ke Turki mengambil Prodi S1 IPA. Nama PT yang dimasuki di luar Mesir tidak dirinci.

Sementara di dalam negeri, data sementara tercatat 68 orang lulus pada PT Negeri. Rincian, 13 orang lulus lewat jalur SNMPTN, 35 orang (SPAN-PTKIN), 13 orang (SBMPTN), 7 orang (UM-PTKIN). Berikut, 8 orang lulus di PT Swasta. Sisanya, dalam proses pendaftaran/seleksi masuk PTN/PTS lewat jalur mandiri.

Inovasi (terobosan) terkait PBM dan kurikulum di MA-KMM Kauman, Padang Panjang itu berupa pemakaian Bahasa Arab sebagai bahasa pengantar/komunikasi oleh guru dengan murid saat PBM di kelas, dan pemakaian buku/kitab berbahasa Arab sebagai buku/kitab pegangan yang diajarkan oleh guru.

Terobosan itu berlaku untuk semua mata studi pendidikan agama Islam (PAI) pada Jurusan Agama di MA-KMM Kauman, Padang Panjang. Salah satu adalah Fiqih – yang jadi obyek penelitian program doktor (S3) Derliana, Kepala Madrasah MA-KMM Kauman, Padang Panjang (lihat; Catatan-1 Derliana Meraih Doktor…).

Derliana, Kepsek MA-KMM Kauman Padang Panjang
Dr. Derliana, Kepsek MA-KMM Kauman Padang Panjang

Buku pegangan guru dalam PBM untuk mata studi PAI pada Jurusan Agama di KM, demikian sebutan lebih popular atas MA-KMM Kauman, Padang Panjang, terbagi dua bahasa yakni Indonesia dan Arab. Buku yang berbahasa Indonesia dari Kementerian Agama RI, sedang yang berbahasa Arab dari PP Muhammadiyah.

Sejalan inovasi tadi, terkait upaya penguatan siswa Jurusan Agama sebagai kader ulama, mereka digerakkan/didorong memperbanyak hafalan Quran. Hasil di bagian kegiatan menghafal Al Quran ini, seperti terlihat pada khatam Quran siswa Kelas-III (Agama, termasuk MIPA dan IPS) nya tiap tahun, terjadi peningkatan.

Khatam Quran 10 April 2021 lalu, misalnya, dari 126 orang murid Kelas III (Agama, MIPA dan IPS), sekitar 100 orang hafal di atas 10 juz. Itu berarti, mayoritas murid dari Jurusan MIPA dan IPS juga hafal Quran di atas 10 juz (baca juga; Alumni 2021 MA-KMM Kauman, 3 orang Hafal Quran 30 juz,100 orang di atas 10 juz).

Termasuk banyaknya hafalan Quran murid-murid MA-KMM Kauman dari Jurusan MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) dan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), karena mereka juga masuk dalam program hifzil Quran. Sebab, mereka diharapkan akan tampil jadi calon-calon cendekiawan muslim.

Berkenaan itu, seperti diungkap oleh Wakepsek Kurikulum, Meri Astuti, sistem  pengajaran sains pada siswa MIPA dan IPA diintegrasikan dengan Al Quran. Selain itu, pengantaran awal dan penutupan pemberian materi pelajaran oleh guru memakai Bahasa Arab dan Inggris. Sedang penjelasannya pakai Bahasa Indonesia.

Untuk membantu para guru dalam melakukan integrasi sains dengan Al Quran, MA-KMM Kauman, Padang Panjang sudah punya buku panduan berisi kumpulan ayat-ayat Al Quran yang berhubungan dengan sains (ilmu eksak dan sosial). Ayat-ayat Al Quran yang terkait sains ini mereka istilahkan dengan tafsir ayat-ayat sains.

Melihat ke sejarah kejayaan peradaban Islam, pengintegrasian sains dengan Al Quran sudah berkembang pesat pada 780 – 1258 M. Di masa ini tampil tokoh sains seperti Ibnu Sina (kedokteran), Al Khawarizmi (matematika), Ibnu Khaldun (sejarawan/sosiolog), Al Kindi (filsuf), Al Fazari (astronomi) dan banyak yang lainnya.(jym/yet).—

 

 

Profil Yetti Harni

mm

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...