Fadly Amran mengatakan, pengalaman baru setahun lebih menjadi wali kota, kalau yang diperbuatnya hanya untuk pencitraan, maka Padangpanjang tidak akan berubah signifikan. “Kalau ada yang mem-bully, jadikan itu sebagai bagian dari risiko sebagai pejabat publik,” ujar Fadly.
Agar pemilih tidak seperti memilih kucing dalam karung, maka Fadly mendorong media massa, dan masyarakat terutama para anak muda untuk membedah satu per satu calon pemimpin Sumbar. Misalnya, media massa mesti membeberkan semua tentang calon pemimpinnya.
Dengan dibuka begitu, masyarakat bisa lebih mengenal lebih dalam tentang calon pemimpinnya. Tahu rekam jejak dan kapasitasnya. “Jadi, jangan hanya kulit-kulitnya saja yang diketahui publik. Buka rekam jejak dan kapasitasnya. Supaya masyarakat pemilih tahu dan bisa menentukan pilihannya sesuai dengan kualitas calon pemimpin, bukan karena dikasih uang,” ujar Fadly.