Depan - Headline - Bupati Sutan Riska Datangi Mantan Qori Sumbar
Bupati Dharmasraya saat menjenguk Mantan Qori Sumbar (foto Eko - Spirit Sumbar)
Bupati Dharmasraya saat menjenguk Mantan Qori Sumbar (foto Eko - Spirit Sumbar)

Bupati Sutan Riska Datangi Mantan Qori Sumbar

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Jangan Berputus Asa Untuk Mencari Kesembuhan! Itulah sebait kata yang disampaikan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan dalam menjenguk mantan Qori Sumatera Barat yang mewakili Sumbar ke MTQ Nasional di Bengkulu, Nur Ismed, Rabu (20/7/ 2016).

Saat ini tengah berjuang untuk sembuh dari sakit, di rumahnya yang sederhana di Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.

Pada kesempatan itu Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan menjenguk orang yang telah membawa nama harum Sumbar, khususnya Kabupaten Dharmasraya. Bupati termuda di Indonesia itu memberikan supor agar Nur Ismed tidak berputus asa dalam mencari kesembuhan.

Sudah beberapa bulan, Bapak satu anak itu menderita sakit di bagian paha sebelah kiri. Pahanya membengkak dan lama kelamaan tidak berfungsi.

Nur Ismed yang telah membela Sumatera Barat di kancah MTQ Nasional itu sudah berupaya untuk berobat kemana mana, namun hingga kini masih belum mendapat kesembuhan.

“Kata dokter, tulang paha saya  hancur. Mereka bilang saya sakit tumor tulang,” katanya kepada bupati yang didampingi Ketua BAZ A. Gani, Camat Koto Baru Nasution dan Walinagari Koto Padang Nasrul Chun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati sebagai Pembina BAZNAS Kabupaten Dharmasraya menyerahkan bantuan BAZ senilai Rp3 juta untuk meringankan biaya berobat.

Jika di kemudian hari,  dokter dapat mendiagnosa penyakit Nur Ismed dan kembali membutuhkan biaya pengobatan, BASNAS akan mengupayakan memberikan tambahan bantuan. “Jika kelak membutuhkan tambahan biaya, kami akan berupaya membantu kembali,” kata Ketua BAZNAS Dharmasraya, A. Gani, SH.

EKO

 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

All New Honda BR-V, Resmi Diluncurkan Dengan 5 Varian

PT Honda Prospect Motor perkenalkan All New Honda BR-V generasi kedua untuk pertama kalinya di ...